Dampak Karhutla, Kasus ISPA di Kayong Utara Kalbar Capai 934 Orang

2 jam yang lalu 4
Dampak Karhutla, Kasus ISPA di Kayong Utara Kalbar Capai 934 Orang Pemadaman karhutla di Kalbar.(Dok. Antara)

DINAS Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar), melaporkan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) nan mencapai 934 kasus hingga awal Agustus 2026. Peningkatan ini terjadi seiring dengan memburuknya kualitas udara akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, dr. Maria Fransisca, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan guna menghindari akibat jelek polusi asap.

"Menyikapi kondisi kualitas udara nan kurang baik nan disebabkan karhutla, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah," ujar Maria Fransisca di Sukadana, Senin (10/8).

Tren Kasus Mingguan

Berdasarkan info resmi, sebanyak 934 kasus ISPA tersebut tercatat selama periode minggu ke-22 hingga minggu ke-30 tahun 2026, alias mulai 31 Mei hingga 1 Agustus. Data menunjukkan perubahan jumlah penderita nan cukup signifikan dalam dua bulan terakhir.

Kasus tertinggi dilaporkan terjadi pada minggu ke-23 dengan total 184 kasus. Sementara itu, jumlah terendah tercatat pada minggu ke-28 sebanyak 49 kasus. Namun, memasuki minggu ke-30, tren kembali menunjukkan kenaikan menjadi 83 kasus, meningkat dari 72 kasus pada minggu sebelumnya.

Sebaran Wilayah Terdampak

Secara kumulatif, Puskesmas Teluk Batang mencatat nomor tertinggi dengan 363 kasus ISPA. Posisi berikutnya diikuti oleh Puskesmas Sukadana dengan 309 kasus dan Puskesmas Siduk sebanyak 159 kasus.

Berikut adalah rincian sebaran kasus ISPA di wilayah lainnya:

  • Puskesmas Teluk Arum: 34 kasus
  • Puskesmas Teluk Melano: 21 kasus
  • Puskesmas Dubes: 16 kasus
  • Puskesmas Sungai Paduan: 15 kasus
  • Puskesmas Tanjung Satai: 15 kasus
  • Puskesmas Padang: 1 kasus

Sementara itu, Puskesmas Matan dan Pelapis dilaporkan tidak mencatat adanya kasus ISPA selama periode tersebut.

Langkah Pencegahan

Dinas Kesehatan meminta penduduk nan terpaksa beraktivitas di luar rumah untuk selalu mengenakan masker guna meminimalisasi paparan asap karhutla. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi air putih nan cukup.

"Segera ke akomodasi pelayanan kesehatan jika sudah terjadi gangguan pada saluran pernapasan seperti batuk, nyeri menelan, ataupun sesak napas," tegas Maria.

Pemerintah wilayah terus memantau perkembangan kualitas udara dan kesiapan akomodasi kesehatan untuk menangani potensi lonjakan pasien akibat dampak lingkungan ini. (Ant/H-3)

Selengkapnya