Dampak PPKM Darurat, PLN Ramal Penjualan Listrik hanya Tumbuh 2%

  • Whatsapp

Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memperkirakan konsumsi atau penjualan listrik pada semester II hanya akan tumbuh dua persen.
 
Direktur Niaga dan Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan, awalnya perseroan memperkirakan penjualan akan tumbuh empat persen. Namun, adanya PPKM darurat sejak awal Juli telah memangkas konsumsi listrik pada bulan tersebut.
 
“Dengan kebijakan PPKM ini kan ada kasus penurunan cukup signifikan, awalnya kita harapkan tumbuh di atas empat persen, tapi sekarang kita koreksi tumbuh dua persen,” kata Bob dalam webinar, Kamis, 22 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Bob mengatakan, di semester I pertumbuhan penjualan listrik sudah mulai bagus, yakni tercatat 4,8 persen yang ditopang oleh sektor industri serta pelanggan rumah tangga.
 
Namun dengan adanya PPKM darurat, banyak sektor terdampak terutama pelanggan bisnis seperti mal yang tidak bisa beroperasi. Hal ini membuat konsumsi listrik pelanggan bisnis melemah.
 
“Itu sangat signifikan, memangkas 18 persen kontribusinya secara total,” ujar Bob.
 
Kendati demikian, pihaknya berharap kebijakan PPKM yang mengharuskan masyarakat untuk tinggal di rumah lebih lama akan mampu mendobrak konsumsi listrik dari pelanggan rumah tangga yang diramal bisa tumbuh 9-10 persen. Apalagi, pemerintah telah menggelontorkan stimulus bagi pelanggan rumah tangga golongan 450-900 volt ampere (VA) bersubsidi.
 
“Sangat dibantu sekali untuk pelanggan kecil itu sudah diberikan kemudahan oleh pemerintah diberikan diskon 50 persen,” jelas dia.
 
(DEV)

Pos terkait