Ilustrasi(Dok Istimewa)
RIBUAN bendera mini Merah Putih melambai-lambai di sepanjang jalan Kota Tangerang, Minggu (9/8/2026). Di bawah sinar mentari pagi, sekitar 1.000 insan imigrasi dan pemasyarakatan melangkah berbareng family mereka.
Anak-anak berlari mini di samping orang tua. Sebagian peserta melangkah sembari bercanda, menyapa warga, hingga sesekali berakhir membeli jajanan kaki lima. Hampir seluruh peserta mengenakan jersey merah putih nan merupakan produk hasil pembinaan penduduk bimbingan pemasyarakatan.
Pemandangan tersebut menjadi bagian dari semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia nan digelar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di Kampus Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekim), Kota Tangerang, Banten.
Menteri Imipas Agus Andrianto datang langsung melepas peserta fun walk berbareng Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Rudi Setiawan, Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, para kepala instansi imigrasi se-DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta jejeran pejabat utama Kemenimipas.
"Seluruh rangkaian aktivitas fun walk, tindakan bersih Taman Makam Pahlawan, pemberian bansos, jasa paspor, dan donor darah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara resmi saya nyatakan dibuka dan dilaksanakan," kata Agus saat melepas peserta.
Sekitar tiga kilometer menjadi jarak nan ditempuh peserta. Rombongan melewati Taman Makam Pahlawan Taruna Daan Mogot. Di tempat tersebut, Agus berbareng jejeran menyempatkan diri berakhir untuk melakukan tindakan bersih-bersih sekaligus memberikan penghormatan kepada para pahlawan. Di antaranya ke makam Mayor Daan Mogot dan Letnan Subianto, dua sosok nan gugur dalam Peristiwa Lengkong.
Usai menyelesaikan rute, peserta kembali ke Kampus Poltekim. Suasana pun semakin meriah. Sekitar 60 pelaku UMKM dari Tangerang dan Banten ikut ambil bagian dengan menyediakan beragam makanan dan jajanan bagi peserta.
Tak hanya UMKM. Produk ketahanan pangan hasil pembinaan penduduk bimbingan dari sejumlah lapas di sekitar Tangerang juga ditampilkan, mulai dari telur, sambal, donat hingga beragam produk olahan lainnya. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa pembinaan penduduk bimbingan tidak berakhir di kembali tembok lapas. Mereka didorong untuk produktif, mempunyai keterampilan, dan menghasilkan produk nan mempunyai nilai ekonomi.
Semangat berbagi kemudian bersambung melalui tindakan donor darah. Peserta secara sukarela menyumbangkan darah sebagai corak kepedulian terhadap sesama.
Sambil menunggu giliran, suasana semakin semarak dengan puluhan doorprize. Hadiah utamanya pun terbilang tidak biasa: kambing-kambing hasil peternakan lapas.
Rangkaian aktivitas juga diisi dengan jasa paspor, perlombaan tradisional, serta pembagian ribuan support sosial bagi masyarakat nan membutuhkan.
Bagi Kemenimipas, beragam aktivitas tersebut bukan sekadar memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Peringatan kemerdekaan juga menjadi momentum untuk menghadirkan faedah secara langsung bagi masyarakat.
Menteri Imipas Agus Andrianto mengatakan peringatan kemerdekaan kudu diisi dengan aktivitas nan melibatkan masyarakat dan memberikan akibat nyata.
Menurut Agus, rangkaian aktivitas tersebut sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto agar seremoni kemerdekaan tidak hanya berkarakter simbolis, tetapi juga menghadirkan partisipasi aktif masyarakat serta melangkah beriringan dengan program prioritas pemerintah.
"Seluruh rangkaian aktivitas nan kita selenggarakan pada peringatan kali ini merupakan manifestasi nyata dari cita-cita tersebut," ujar Agus.
Ia berambisi aktivitas tersebut dapat membangun kesadaran berbareng terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat solidaritas sosial. "Melalui langkah ini, kita berambisi dapat membangkitkan kesadaran kolektif bakal nilai-nilai luhur kebangsaan, memperkuat solidaritas sosial, dan mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa," imbuhnya.
Agus mengingatkan, kemerdekaan Indonesia merupakan buah dari nasionalisme, patriotisme, persatuan, dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, tantangan bangsa saat ini bukan lagi perjuangan mengangkat senjata untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
"Melainkan perjuangan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat persatuan, menjaga kedaulatan, membangun ekonomi nan mandiri, serta mewariskan Indonesia nan lebih maju kepada generasi-generasi mendatang," tegas Agus. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·