Dear RI, WHO Minta tak Longgarkan PPKM, Ini Alasannya

  • Whatsapp

Jakarta, CNBC IndonesiaOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi pesan kepada Indonesia yang berencana melonggarkan PPKM, setelah 25 Juli nanti. Lembaga PBB itu mendesak RI menerapkan penguncian yang lebih ketat dan luas untuk memerangi lonjakan infeksi dan kematian Covid-19.

WHO menyebut Indonesia saat ini menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi. “Ini menunjukkan pentingnya penerapan kesehatan masyarakat dan langkah-langkah sosial ketat, terutama pembatasan pergerakan, di seluruh negeri,” ujar lembaga itu, sebagaimana dimuat Reuters, Kamis (22/7/2021).


Dari data mingguan terbaru WHO, tercatat 3,4 juta kasus baru dilaporkan antara 12 hingga 18 Juli. Indonesia menduduki peringkat puncak dalam daftar dengan infeksi baru terbanyak selama periode itu yakni 350.273 kasus atau naik 44% dari minggu sebelumnya.

Indonesia berada di bawah Inggris dengan penambahan 296.447 kasus baru (naik 41%) dan Brasil dengan penambahan 287.610 kasus baru ( turun 14%). RI juga lebih unggul dari India dengan 268.843 kasus baru (turun 8%) dan Amerika Serikat (AS) dengan 216.433 kasus baru (naik 68%).

Sementara itu, seorang pengamat melihat kasus kematian RI akan terus meningkat beberapa hari ke depan. Ini karena jeda antara konfirmasi kasus dan kematian.

“Kematian kemungkinan akan terus meningkat selama 2-3 minggu lagi karena jeda antara konfirmasi kasus dan kematian,” kata Ben Cowling, seorang profesor di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hong Kong kepada CNBC Internasional.

Menurut Our World in Data, Indonesia melaporkan angka kasus harian tertinggi pada 15 Juli dengan 56.757 kasus terkonfirmasi. Namun laporan infeksi turun perlahan setelah itu.

Dari data yang sama, Indonesia menguji 188.551 orang di 17 Juli. Angka ini turunmenjadi 138.046 orang yang diuji pada sehari setelahnya dan menjadi 127.590 orang pada hari berikutnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers perpanjangan PPKM Darurat yang disiarkan akun youtube Sekretariat Presiden, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan pemerintah akan membuka PPKM Darurat pada tanggal 26 Juli nanti jika tren kasus terus mengalami penurunan. Istilah PPKM Darurat juga diganti dari level 1 hingga 4.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)

Pos terkait