Delapan Strategi Pemerintah Percepat Pemulihan Pascagempa M7,7 di NTT

56 menit yang lalu 2
Delapan Strategi Pemerintah Percepat Pemulihan Pascagempa M7,7 di NTT Suharyanto.(Antara)

PEMERINTAH merancang delapan strategi utama untuk mempercepat pemulihan Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah wilayah tersebut diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8) pagi. Langkah strategis ini diambil guna memastikan penanganan akibat musibah melangkah efektif dan terintegrasi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan seluruh strategi tersebut perlu segera dijalankan guna mempercepat proses evakuasi, penyaluran bantuan, hingga pemulihan awal di wilayah terdampak.

"Demi mempercepat evakuasi, pemenuhan logistik, hingga pemulihan awal wilayah terdampak," kata Suharyanto saat memimpin rapat koordinasi berbareng seluruh jejeran kementerian/lembaga dan pemerintah wilayah di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8).

Delapan Strategi Percepatan Pemulihan

Berikut delapan strategi utama nan ditetapkan pemerintah untuk menangani akibat gempa di NTT:

  1. Penetapan Status Darurat: Mendorong enam kabupaten terdampak parah (Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka) serta Pemprov NTT untuk segera menetapkan status darurat secara resmi sebagai dasar norma support anggaran dan support teknis dari pusat.
  2. Penguatan Koordinasi Lapangan: Pembentukan Pos Satuan Tugas (Posko) dari tingkat kabupaten hingga provinsi dengan mengoptimalkan unsur TNI-Polri sebagai bagian dari komando satgas untuk menyatukan kendali operasional.
  3. Pusat Koordinasi Regional: Membentuk Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere guna menjangkau wilayah Flores bagian barat dan timur secara lebih sigap dan merata.
  4. Rantai Pasok Logistik Nasional: Mengaktifkan Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebagai pusat penerimaan support dari beragam pihak nan kemudian diterbangkan langsung ke titik penerimaan di Flores.
  5. Operasi SAR Terpadu: Memastikan operasi pencarian dan pertolongan di bawah koordinasi Basarnas terus dilakukan hingga tidak ada lagi korban nan terjebak alias lenyap di gedung terdampak.
  6. Pemulihan Layanan Dasar dan Pendataan: Menargetkan pemulihan listrik, air bersih, BBM, dan komunikasi dalam tujuh hari, serta melakukan pendataan kerusakan rumah secara paralel dengan masa tanggap darurat untuk mempercepat pembangunan hunian.
  7. Mobilisasi Alutsista: Mengerahkan helikopter dan kapal laut milik TNI, Basarnas, dan BNPB untuk mendistribusikan logistik ke wilayah-wilayah nan terisolasi akibat kerusakan akses darat.
  8. Aktivasi Media Center: Menyediakan info resmi satu pintu melalui konvensi pers harian setiap pukul 17.00 WITA guna mencegah simpang siur info dan hoaks di masyarakat.

Catatan Koordinasi: Suharyanto menekankan agar pendataan kerusakan tidak menunggu masa tanggap darurat selesai. "Begitu sudah jelas, segera kita tetapkan pembangunan, jangan sampai pendataan berlarut-larut," tegasnya.

Melalui integrasi delapan strategi ini, pemerintah berambisi stabilitas wilayah NTT dapat segera kembali dan masyarakat terdampak mendapatkan kepastian support serta perbaikan akomodasi publik dalam waktu singkat. (I-2)

Selengkapnya