Destry Damayanti Jelaskan Makna Sinergi BI dengan Pemerintah

17 jam yang lalu 1
Destry Damayanti Jelaskan Makna Sinergi BI dengan Pemerintah Calon Gubernur BI Destry Damayanti.(Youtube Parlemen )

CALON Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan, sinergi dengan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tidak mengurangi independensi BI dalam menjalankan kewenangannya.

“Sinergi itu jangan salah, ya. Sinergi itu tidak berfaedah kita kehilangan independensi, tidak. Karena kita bergerak bersama-sama menuju arah nan sama, tentu sesuai dengan kewenangan masing-masing,” kata Destry dalam uji kepantasan dan kepatutan (fit and proper test) di Jakarta, Rabu (26/8).

Secara umum, Destry menjelaskan bahwa BI pada dasarnya mendukung pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nan lebih tinggi. Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) juga telah mengamanatkan BI untuk menciptakan suasana ekonomi nan kondusif untuk mendorong pertumbuhan sektor riil dan pembuatan lapangan kerja.

“Jadi tugas kami adalah gimana kita berupaya untuk menjaga suasana ekonominya kondusif, artinya stabilitas terjaga, kemudian pertumbuhan supply-demand-nya kuat dan sebagainya, kesiapan pembiayaan juga ada. Nah ini nan menjadi PR dari kita,” jelas dia.

Destry menjelaskan, sinergi tersebut diperlukan lantaran kondisi ekonomi saat ini menghadapi tantangan nan tidak biasa. Menurutnya, kebijakan tidak dapat hanya mengandalkan satu instrumen untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nan berkualitas.

Ia mencontohkan kondisi di negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat nan menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi, tetapi pada saat nan sama tetap menghadapi tekanan inflasi akibat kenaikan nilai komoditas dan gangguan rantai pasok.

Menurutnya, kondisi tersebut membikin bank sentral perlu menyeimbangkan kebijakan lantaran kenaikan inflasi tidak dapat direspons hanya dengan meningkatkan suku kembang ketika pertumbuhan ekonomi juga melambat.

“Ini situasi nan jika mereka hanya bicara inflasi naik mereka langsung bisa, oke naikkan suku bunga. Tapi ini tidak, mereka menghadapi perlambatan ekonomi juga, ini nan menyebabkan mereka kudu mem-balancing,” kata Destry.

Dalam konteks Indonesia, dia mengatakan bahwa BI melakukan penyeimbangan tersebut melalui bauran kebijakan nan mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, serta kebijakan pendukung.

Salah satu kebijakan pendukung tersebut adalah pendalaman pasar duit dan valas. Menurutnya, pendalaman pasar tersebut krusial untuk memperkuat stabilitas rupiah sekaligus menyediakan sumber pembiayaan bagi perekonomian. “Karena Indonesia ini sedang bertumbuh, apalagi dengan sasaran pemerintah 8 persen, pasti bakal butuh financing yang besar,” ujar Destry.

Upaya menjaga stabilitas, menurut Destry, juga tidak dapat hanya dilakukan melalui kebijakan moneter. Ia mencontohkan keputusan BI dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), ketika tekanan terhadap rupiah meningkat tetapi BI mempertimbangkan kondisi pertumbuhan ekonomi nan tetap berada di bawah level potensial. “Karena kami lihat bahwa kita punya PR, pertumbuhan kita ini tetap di bawah potential level-nya,” kata dia.

Oleh lantaran itu, BI menggunakan kebijakan pendukung melalui pendalaman pasar duit dan valas, antara lain dengan memberikan insentif serta menurunkan biaya lindung nilai (hedging cost) untuk mendorong masuknya aliran modal.

Menurut Destry, langkah tersebut turut mendorong aliran biaya masuk ke Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN), nan pada akhirnya menambah pasokan valas di pasar.

Sebagai informasi, Destry Damayanti, nan saat ini menjabat Pejabat Gubernur Sementara BI, merupakan calon tunggal Gubernur BI nan diajukan Presiden Prabowo Subianto berasas Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI.

Destry menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari kedudukan Gubernur BI secara sukarela lantaran argumen pribadi pada 25 Juli 2026. Pada hari nan sama alias Rabu, Komisi XI DPR RI menggelar uji kepantasan dan kepatutan calon Deputi Gubernur Senior BI, ialah Aida S. Budiman.

Sementara itu, uji kepantasan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI dijadwalkan berjalan pada Kamis (27/8). Untuk calon Deputi Gubernur BI, terdapat dua nama nan diajukan, ialah Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori. (Ant/P-3)

Selengkapnya