Dewas Diminta Bersikap Usai KPK Laporkan Greenpeace ke Polisi

  • Whatsapp

Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) salah langkah melaporkan Greenpeace Indonesia ke polisi. Dewan Pengawas (Dewas) diminta menindaklanjuti langkah KPK atas pelaporan tersebut.
 
“Dewan Pengawas mesti segera bertindak menyikapi pelaporan ini,” kata Peneliti dari ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangan tertulis, Rabu, 21 Juli 2021.
 
Kurnia meyakini pelaporan itu melanggar Pasal 7 ayat 2 huruf d Peraturan Dewas Nomor 02 Tahun 2020. Beleid itu menyebut Lembaga Antikorupsi harus profesional dalam menerima kritik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Setiap insan komisi dilarang merespons kritik dan saran secara negatif dan berlebihan,” ujar Kurnia.
 
Kurnia juga mengatakan penembakan laser yang dilakukan Greenpeace Indonesia merupakan bagian dari pemberian aspirasi masyarakat. Menurutnya, kebebasan berpendapat diatur dalam Pasal 28 E ayat (3) UUD 1945.
 
“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat,” kata Kurnia.
 
Kurnia menyayangkan KPK melaporkan Greenpeace Indonesia ke polisi. Lembaga Antikorupsi dinilai berlebihan.
 
“Semestinya aksi tersebut dipandang sebagai respons masyarakat atas problematika KPK yang harus dijawab, bukan justru melaporkan ke polisi,” ucap Kurnia.
 
Baca: Greenpeace Bingung Dilaporkan ke Polisi
 
Sebelumnya, aksi tembakan laser ke Gedung Merah Putih KPK berujung laporan polisi. Lembaga Antikorupsi melaporkan aksi yang dilakukan Greenpeace Indonesia itu ke polisi.
 
“KPK melalui Biro Umum telah melakukan koordinasi dan pelaporan kepada Polres Jakarta Selatan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri kepada Medcom.id, Senin, 19 Juli 2021.
 
Ali mengatakan penembakan laser dilaporkan atas tudingan melakukan demonstrasi di luar jam yang diperbolehkan. Lembaga Antikorupsi merasa terganggu karena unjuk rasa dilakukan pukul 19.05 WIB.
 
(JMS)

Pos terkait