Diaspora Timnas Indonesia Menipis, Tak Ada Penerus Egy di Eropa

58 menit yang lalu 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Diaspora Timnas Indonesia pada musim 2026/2027 mengalami penurunan nan signifikan dibanding musim-musim sebelumnya.

Sejauh ini hanya Asnawi Mangkualam Bahar sebagai non naturalisasi nan menyandang status diaspora. Pemain nan mulai jarang memihak Timnas Indonesia ini sedang berkecimpung di Thailand.

Namun, untuk pemain diaspora keturunan nan berkecimpung di Eropa jumlahnya tetap lebih dari 13 nama. Bahkan di antaranya main di Liga Italia, Liga Prancis, dan Liga Jerman. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemain-pemain nan berkecimpung di Eropa itu antara lain Emil Audero, Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, dan Elkan Baggott. Mereka ini tulang punggung Timnas Indonesia.

Ada pula pemain-pemain nan berkarier di akar sepak bolanya, Belanda, seperti Maarten Paes, Dean James, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, MIliano Jonathans, dan Ole Romeny.

Kendati demikian jumlahnya mengalami penurunan. Setelah musim lampau Thom Haye, Jordi Amat, hingga Eliano Reijnders memilih berkecimpung di dalam negeri, musim ini jumlahnya bertambah lagi.

Sandy Walsh nan musim sebelumnya meraih treble winner berbareng Buriram United dan Ragnar Oratmangoen nan merantau ke Belgia sekarang sama-sama memihak Persib Bandung.

Yang mengenaskan dari itu semua, tak ada lagi talenta muda Indonesia nan berkecimpung di Eropa. Setelah Egy Maulana Vikri memulainya pada 2018, akhirnya terhenti pada 2026.

Jejak dari Egy, Witan Sulaeman, Asnawi, Pratama Arhan, termasuk David Maulana, Brilian Aldama dan Bagus Kahfi, terhenti di Marselino Ferdinan nan perjanjian lenyap di Oxford United.

Setidaknya, hingga pertengahan Agustus 2026 ini belum ada info ada talenta muda Indonesia nan bakal dipinang klub Eropa. Hanya Dony Tri Pamungkas nan sempat jadi rumor.

Namun, tidak betul-betul ada klub nan serius menawarkan perjanjian kepada pemain Persija Jakarta itu. Pada saat nan sama ada kekhawatiran sedikitnya menit main saat berada di Eropa. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/sry)

Selengkapnya