DPR Dukung RI Bikin Bursa Mineral, Ini Tujuannya

1 jam yang lalu 1
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi XII DPR RI mendukung langkah pemerintah dalam rencana pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis nasional nan ditargetkan mulai beraksi pada 1 Januari 2027. Pasalnya, perihal ini dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar komoditas global.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengatakan, pembentukan bursa mineral merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir praktik transfer pricing dan under invoicing dalam perdagangan komoditas mineral.

"Ini kan bagian daripada buahpikiran untuk gimana meminimalisir adanya transfer pricing, kemudian under invoice. Jadi dengan ada perdagangan mineral-mineral itu di bursa, sehingga itu lebih terkontrol," kata Bambang kepada CNBC Indonesia dalam Economic Update, dikutip Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, perihal tersebut sejalan dengan tujuan pemerintah nan menetapkan konsep ekspor satu pintu untuk sejumlah komoditas strategis seperti crude palm oil (CPO), batu bara, dan fero alloy.

Menurut Bambang, baik ekspor satu pintu maupun bursa mineral mempunyai tujuan nan sama, ialah menciptakan sistem perdagangan nan lebih transparan dan sesuai dengan kondisi pasar.

"Jadi dalam konteks nan lebih sesuai dengan kondisi market dan lebih ini, ya bisa lewat pada bursa mineral itu, sebenarnya sama saja. Nah, jadi ada beberapa perihal nan diuntungkan jika memang dapat dilaksanakan secara betul," ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan Indonesia sebenarnya telah mempunyai dua bursa komoditas, ialah Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). Namun, adanya bursa mineral dinilai dapat memberikan faedah lebih besar bagi komoditas tambang dalam negeri.

"Sehingga dengan demikian, kita berambisi bahwa penjualan nan dilakukan, export nan dilakukan, itu dapat mempengaruhi juga kepada supply demand internasional secara langsung seperti itu. Kita tahu bursa komoditi nan berpengaruh di bumi ini kan adalah LME, kemudian juga Shanghai Market Commodity," katanya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya