ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar Batu Akik Rawa Bening alias Jakarta Gems Center di Jatinegara sempat mengalami masa kejayaan pada beberapa tahun silam. Ditambah, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga turut mengenakan batu akik bacan dan akhirnya kejadian batu akik mulai mencapai pamornya.
Sayangnya, saat ini pasar batu akik di Pasar Rawa Bening condong lesu. Namun, tetap ada dua jenis batu nan tetap menjadi primadona di mata para kolektor, ialah Batu Bacan dari Maluku Utara dan Blue Safir asal Sri Lanka.
Dahulu, nilai batu Bacan melambung tinggi. Akan tetapi, saat ini nilai batu tersebut turun drastis dibandingkan dengan periode masa jayanya.
Salah satu pedagang batu akik senior, Sandi Shadewo memperkirakan nilai batu bacan turun nyaris 10 kali lipat. Jika dulu batu bacan dibanderol seharga Rp 250 juta, maka saat ini menyusut ke kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 50 juta tergantung dari kualitasnya.
"Tergantung kualitas tuh nan nentuin dia batunya dari mana aja. nan paling bagus. nan paling bagus itu kinclong," ujar dia kepada CNBC Indonesia, Minggu (12/7/2026).
Kios batu akik di Pasar Rawa Bening, Jakarta sunyi sepi. (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia) Foto: Kios batu akik di Pasar Rawa Bening, Jakarta sunyi sepi. (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)
Sementara itu, Sandi menyatakan jenis batu nan paling bagus adalah Blue Safir asal Sri Lanka. Dirinya membuka nilai untuk permata tersebut sekitar Rp 3 jutaan.
"Jadi Blue Safir dari Sri Lanka itu nan paling mahal. Pokoknya dari Sri Lanka itu top, nomor satu," jelasnya.
Beralih ke toko lainnya, Jeje selaku pedagang batu akik mengaku tidak ada satu alias dua jenis batu spesifik nan dicari, semuanya sama saja. Namun, nilai batu sangat berjuntai pada kualitasnya namalain tidak bisa disamaratakan.
"Merata sih jika batu. Tidak ada satu jenis nan dominan nan dicari. Tapi untuk saat ini memang nan paling tetap sedang rame dibicarakan itu batu bacan," ungkap dia.
Dirinya bilang, nilai batu bacan juga bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta. Saat masa keemasannya, nilai batu tersebut bisa menyentuh nomor ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Terlepas dari itu, Jeje menyadari ada kenaikan nilai perak nan menjadi salah satu bahan cincin di tokonya. Dari situ, dia melakukan penyesuaian nilai perhiasan cincin batu nan menggunakan bahan dasar perak.
(wur/wur)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·