El Nino di Banjarnegara, Warga Rogoh Rp400 Ribu untuk 500 Liter Air

51 menit yang lalu 4
El Nino di Banjarnegara, Warga Rogoh Rp400 Ribu untuk 500 Liter Air Ilustrasi(Dok BPBD Banjarnegara)

MUSIM kemarau mulai memukul kehidupan penduduk Dusun Romokamal, Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Saat sejumlah sumber air mengering, penduduk sekarang kudu melangkah kaki hingga beberapa kilometer alias mengeluarkan duit ratusan ribu rupiah hanya untuk mendapatkan air bersih.

Di wilayah Dusun Romokamal, sumber-sumber air nan selama ini menjadi tumpuan penduduk mulai tidak lagi mengalir. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat pun berjuntai pada pengedaran air bersih nan dilakukan secara berkala.

Namun, ketika support air belum tiba, penduduk tidak mempunyai banyak pilihan. Mereka kudu mencari sumber air lain nan tetap tersedia, menempuh perjalanan cukup jauh, hingga mengantre berbareng penduduk lainnya.

Dusun Romokamal menjadi salah satu wilayah nan mengalami akibat cukup berat akibat kekeringan. Sekitar 240 penduduk di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Warga di Dusun Romokamal saat ini sangat berjuntai pada support pengedaran air untuk memenuhi kebutuhan dasar. Tidak hanya untuk minum dan memasak, tetapi juga mandi, mencuci, dan beragam keperluan rumah tangga lainnya. Ketika sumber air di sekitar permukiman mengering, penduduk terpaksa mencari pasokan dari tempat nan lebih jauh.

Salah seorang warga, Nuriyah, mengatakan support air bersih nan datang secara berkala belum selalu bisa memenuhi seluruh kebutuhan warga. Sebagian penduduk akhirnya memilih membeli air ketika persediaan mulai menipis.

“Kalau tidak ada dropping, ada penduduk nan membeli air. Harganya sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu untuk sekitar 500 liter,” ujar Nuriyah.

Biaya tersebut menjadi beban tersendiri bagi masyarakat. Sebab, kebutuhan air tidak hanya datang sekali. Selama tandus berjalan dan sumber air belum pulih, penduduk kudu terus mencari langkah untuk mendapatkan pasokan.

Bagi penduduk Dusun Romokamal, tandus sekarang bukan hanya berfaedah sumur dan sumber air mengering. Mereka juga kudu mengorbankan waktu dan mengeluarkan biaya tambahan demi memperoleh kebutuhan paling mendasar.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan BPBD berbareng pihak lain telah menyalurkan jutaan liter air bersih kepada masyarakat nan terdampak kekeringan. Di Dusun Romokamal ada sekitar 240 jiwa nan terdampak cukup parah. Mereka saat ini mengandalkan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan BPBD terus melakukan pengedaran air bersih, apalagi sekarang telah mencapai 3.198.600 liter alias dilakukan melalui 742 kali pengiriman. Bantuan tersebut menjangkau 5.466 family alias 18.172 jiwa.

Aji mengatakan penyaluran air dilakukan secara berjenjang dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah nan terdampak kekeringan. “Penyaluran terus kami lakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah nan terdampak kekeringan,” katanya.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Banjarnegara, support air bersih nan berasal dari APBD Kabupaten Banjarnegara telah menjangkau 21 desa dan enam kelurahan di 10 kecamatan. (LD/E-4)

Selengkapnya