Aparat Polres Sabu Raijua menyalurkan air bersih kepada penduduk nan menderita krisis air di Desa Wadumaddi, NTT.(Dok. Humas Polda NTT)
SEJUMLAH wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menghadapi ancaman serius kekeringan meteorologis. Berdasarkan info Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah kecamatan di enam kabupaten telah ditetapkan masuk dalam status hati-hati pada Dasarian II Agustus 2026.
Enam kabupaten nan terdampak status hati-hati tersebut meliputi Alor, Belu, Flores Timur, Kupang, Lembata, dan Sabu Raijua. Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho, mengimbau pemerintah wilayah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan lantaran Hari Tanpa Hujan (HTH) di wilayah-wilayah tersebut sudah berjalan cukup lama.
"Berdasarkan peringatan awal kekeringan BMKG, status hati-hati diberikan kepada wilayah nan mengalami hari tanpa hujan lebih dari 61 hari, dengan probabilitas tinggi curah hujan tetap rendah pada dua dasarian berikutnya," ujar Cahyo melalui keterangan tertulis, Selasa (11/8).
Daftar Wilayah Berstatus Awas
Berikut adalah rincian kecamatan di enam kabupaten NTT nan masuk dalam kategori status hati-hati kekeringan:
- Kabupaten Alor: Kecamatan Pantar, Pantar Barat, Pantar Baru Laut, Pantar Tengah, Pantar Timur, dan Pulau Pura.
- Kabupaten Belu: Kecamatan Atambua Selatan, Kakuluk Mesak, dan Lasiolat.
- Kabupaten Kupang: Kecamatan Amfoang Selatan dan Fatuleu Barat.
- Kabupaten Flores Timur: Kecamatan Adonara Timur, Ile Boleng, Solor Barat, Solor Timur, dan Witihama.
- Kabupaten Lembata: Kecamatan Atadei, Buyasuri, Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Nubatukan, dan Omesuri.
- Kabupaten Sabu Raijua: Kecamatan Sabu Liae, Sabu Tengah, Sabu Timur, dan Raijua.
Kondisi kekeringan ekstrem ini diprediksi bakal berakibat signifikan terhadap kesiapan air bersih, sektor pertanian, hingga meningkatnya akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla).
Polda NTT Salurkan Bantuan Air Bersih
Merespons krisis air bersih nan mulai melanda, jejeran Polda NTT telah bergerak menyalurkan support air bersih cuma-cuma kepada warga. Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra menyebut bahwa penyaluran support telah dimulai sejak Senin (10/8) di Dusun I Padadida, Desa Wadumaddi, Kecamatan Hawu Mehara, Sabu Raijua.
Sebanyak 5.000 liter air bersih dibagikan kepada 67 family nan terdampak. "Polri kudu datang dan memberikan faedah nyata bagi masyarakat, terlebih bagi penduduk nan sedang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih," ujar Kombes Henry menyampaikan pesan Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko.
Prediksi Cuaca dan Potensi Angin Kencang
Meskipun kekeringan mendominasi, BMKG mencatat tetap terdapat kesempatan hujan ringan pada periode 11-20 Agustus di beberapa wilayah terbatas, seperti Kabupaten Kupang, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, dan Sikka.
Namun, secara umum kondisi kering diperkirakan tetap mendominasi wilayah NTT. Selain kekeringan, BMKG juga mengeluarkan peringatan mengenai potensi angin kencang nan dapat terjadi di wilayah Sabu Raijua dan sebagian wilayah Kabupaten Kupang dalam beberapa waktu ke depan. (Ant/H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·