Epidemiolog: Tracing ketat adalah standar utama pengendalian COVID-19

  • Whatsapp

ikuti prosedur pengendalian yang tepat

Jakarta (ANTARA) – Ketua Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menjelaskan bahwa teknik pengendalian pandemi yang tepat dapat menurunkan kasus COVID-19 di Indonesia, salah satunya melalui tracing yang kuat sebagai standar utama dalam mengendalikan COVID-19.

“Memutus rantai penularan dengan mengisolasi mereka yang terkonfirmasi positif dan yang melakukan kontak erat. Itu yang harus kita kuatkan,” kata Masdalina dalam diskusi daring, Senin.

Dia melanjutkan, penurunan virus COVID-19 varian Delta di berbagai negara terjadi dalam 8-14 minggu tergantung dari sistem pelayanan kesehatan yang dimiliki.

Oleh karena itu, menurut Masdalina, ada banyak yang harus dilakukan pemerintah saat ini agar tidak terjadi lonjakan kasus seperti gelombang dua pada Juli lalu, salah satunya dengan meningkatkan fasilitas layanan kesehatan.

Dalam menekan laju penyebaran COVID-19, pemerintah telah melakukan beragam upaya termasuk pembatasan mobilitas masyarakat. Mengenai hal itu, Masdalina mengatakan bahwa mobilitas memang dapat mempengaruhi penurunan maupun peningkatan jumlah kasus COVID-19, namun tidak secara langsung.

“Secara epidemiologi, memang dikenal mampu menyebarkan penyakit namun tidak secara langsung meningkatkan atau menurunkan jumlah kasus,” kata Masdalina dalam diskusi daring, Senin.

Dia menjelaskan, ketika ada satu virus COVID-19 varian Delta masuk ke satu wilayah dan tidak diisolasi maka dia akan meluas dengan cepat, terlepas dari ada atau tidak adanya mobilisasi.

Contoh lainnya, papar Masdalina, adalah ketika pemerintah menerapkan aturan PSBB dengan sangat ketat, kasus COVID-19 di Indonesia tercatat masih terus naik.

“Atau saat ini, 12 minggu terakhir, PPKM ada di atas kertas, tapi faktanya mobilisasi warga sudah sama seperti tidak ada pandemi. Apakah kasusnya naik? Tidak,” tambah Masdalina.

Tidak adanya kenaikan kasus COVID-19 meski mobilitas warga sudah hampir kembali normal, kata Masdalina, disebabkan oleh teknik pengendalian yang tepat.

“Jadi selama kita mengikuti prosedur pengendalian yang tepat, maka akan terkendali,” ujar Masdalina.

Adapun indikasi sebuah negara berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 berdasakan World Health Organization (WHO), kata Masdalina, adalah jika tiga minggu berturut-turut jumlah kasusnya setengah dari puncak tertinggi.

Baca juga: Epidemiolog: Prokes mesti diperketat antisipasi lonjakan COVID-19

Baca juga: Epidemiolog: COVID-19 masih ada di Indonesia

Baca juga: Epidemiolog Unsoed: Sistem jemput bola efektif percepat vaksinasi

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pos terkait