ESDM Beberkan Jurus Jaga Ketahanan Energi RI di Tengah Tekanan Global

3 minggu yang lalu 13
Azka.id - Murni Mengabarkan
🇮🇩 Portal Berita Indonesia
Murni Mengabarkan

Azka.id menghadirkan berita nasional, daerah, teknologi, ekonomi, olahraga, hiburan, dan berbagai informasi terkini secara cepat, akurat, independen, dan terpercaya untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan beragam upaya untuk menjaga ketahanan daya nasional di tengah gejolak geopolitik global. Hal ini sekaligus merespons penilaian JP Morgan nan menempatkan Indonesia pada posisi tinggi dalam ketahanan energi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan penilaian tersebut memang memunculkan beragam tanggapan lantaran Indonesia merupakan negara demokrasi. Namun, menurutnya salah satu parameter nan paling mudah dilihat adalah kondisi pasokan daya pada awal pecahnya bentrok global.

Ia menjelaskan, pada minggu pertama terjadinya perang, sejumlah negara di Asia Tenggara mengalami gangguan pasokan energi. Bahkan, ada negara nan menetapkan keadaan darurat dan mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan lantaran nilai bahan bakar nan melonjak.

"Saya bilang, pada saat minggu pertama terjadinya perang, Jakarta tetap macet. Itu artinya BBM tetap banyak untuk bisa kita bakar," ujar Laode saat berbincang di Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, pemerintah saat itu segera melakukan pengelolaan konsumsi daya melalui sosialisasi penghematan penggunaan BBM dan LPG. Hal itu dilakukan untuk menjaga ketahanan pasokan selama periode krisis.

"Mungkin banyak nan tidak tahu, kondisi kita sempat terjadi kritis pada masa lebaran di mana saat itu LPG kita hanya tinggal 5 hari. Itu sukses kita pulihkan. Strateginya apa? Memang bahwa kita tidak bisa tidur nyenyak. Kita kudu kejar sumber daya ini dan alhamdulillah kembali," tambahnya.

Di sisi pasokan, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber impor. Adapun, Indonesia tidak lagi hanya berjuntai pada pasokan melalui Selat Hormuz, tetapi juga memperluas impor minyak dari area Afrika serta meningkatkan pasokan LPG dari Amerika Serikat dan negara lainnya.

"Jadi jika ada kunjungan kepala negara nan sering itu krusial untuk mengikat komitmen negara tersebut membantu kita dari sisi suplai. Itu dari sisi mitigasi suplai," katanya.

Selain itu, ketahanan daya Indonesia juga didukung oleh produksi minyak domestik nan saat ini mencapai sekitar 600 ribu barel per hari serta potensi pengembangan bioenergi melalui pencampuran biodiesel sebagai substitusi solar.

Di sektor hulu migas, pemerintah juga terus mendorong peningkatan produksi melalui penerapan teknologi serta eksplorasi wilayah baru. Guna mendukung perihal tersebut, pemerintah sekarang mengalokasikan anggaran melalui APBN untuk membiayai studi eksplorasi migas.

"Dari sisi fiskal. Dulu kita mengenal share untuk split dengan badan upaya KKKS jika untuk minyak 85-15 jika untuk gas 70. Sekarang sudah fleksibel. Tergantung akibat nan dihadapi KKKS bisa kita tingkatkan sampai 40-50%. Ini membuka kesempatan investasi ke depan," katanya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya