Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengirimkan 48 unit genset ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendukung operasional pelayanan kesehatan pascagempa. Bantuan ini difokuskan bagi puskesmas nan saat ini terpaksa menjalankan aktivitas medis di tenda-tenda darurat lantaran aspek keamanan dan trauma bangunan.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa puluhan genset tersebut dijadwalkan tiba di NTT pada Kamis (27/8). Langkah ini diambil guna memastikan pasokan listrik di tenda pelayanan kesehatan nan didirikan Kementerian Kesehatan tetap terjaga tanpa gangguan.
"Kami menambahkan sedikit mengenai dengan bagian energi, BBM dan listrik. Besok kami bakal kirim 48 genset dari ESDM untuk tenda-tenda nan puskesmasnya tidak masuk (ke gedung)," ujar Bahlil dalam rapat penanganan gempa NTT berbareng Presiden Prabowo Subianto, Rabu (26/8).
Bahlil menjelaskan, keputusan pengiriman ini merupakan hasil koordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Saat ini, banyak tenaga kesehatan dan masyarakat nan tetap cemas berada di dalam gedung akibat potensi gempa susulan, sehingga pelayanan dialihkan ke area terbuka.
Kebutuhan listrik menjadi krusial untuk mendukung peralatan medis dan operasional pengobatan di letak sementara. Tanpa listrik nan memadai, efektivitas pelayanan kesehatan bagi para korban gempa dikhawatirkan bakal terhambat.
Bantuan 48 genset tersebut bakal didistribusikan ke tujuh kabupaten terdampak dengan rincian sebagai berikut:
- Manggarai Barat: 11 unit
- Manggarai Timur: 8 unit
- Manggarai: 7 unit
- Ngada: 6 unit
- Nagekeo: 6 unit
- Ende: 6 unit
- Sikka: 4 unit
Dalam proses pengirimannya, Kementerian ESDM bekerja sama dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya nan memfasilitasi penyediaan pesawat angkut menuju letak bencana.
Menariknya, ESDM secara unik memilih genset jenis silent untuk menjaga kenyamanan pasien. "Mungkin mereka trauma di dalam gedung jadi bikin di luar. Genset kita pakai nan silent agar tidak mengganggu mereka saat berobat," pungkas Bahlil. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·