Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memberikan tiga pesan krusial dalam peluncuran ETF (Exchange Trade Fund) Emas dan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia.
Khusus untuk ETF emas itu sendiri, merupakan instrumen investasi nan diperdagangkan di bursa. Melalui instrumen itu penanammodal tak lagi perlu mempunyai alias menyimpan emas secara bentuk lantaran seluruh transaksi berjalan secara elektronik.
Menurut Juda Agung, instrumen ini dapat memperdalam instrumen investasi di pasar modal Indonesia, di tengah tingginya nilai aset kelolaan ETF emas dunia nan mencapai US$ 559 miliar dengan kepemilikan emas 4.025 ton.
"Pertama kita kudu terus memperdalam pasar modal Indonesia. Di tengah beragam tantangan dunia pasar modal kita telah menunjukkan perkembangan nan cukup baik walaupun ada up and down akhir-akhir ini," katanya saat menyampaikan sambutan di Hall Utama Bursa Efek Indonesia, jakarta pada Senin (10/8/2026).
Perkembangan baik tersebut ditunjukkan dengan sudah lebih dari Rp125 triliun telah sukses dihimpun sepanjang semester 1 2026 dengan jumlah penanammodal pasar modal telah mencapai 28 juta investor.
Namun, pesan Juda agar tidak berpuas diri dengan raihan tersebut namun kudu dimanfaatkan sebagai momentum memperkaya keragaman instrumen investasi, meningkatkan likuiditas serta memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia.
Pemerintah, kata Juda, menyambut baik upaya penguatan melalui agenda reformasi pasar modal Indonesia.
"Dalam konteks ini pemerintah menyambut baik agenda reformasi nan tengah dijalankan oleh OJK dan BI. Mulai dari penguatan likuiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola hingga pendalaman pasar nan tercakup dalam rencana tindakan percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia," kata Juda.
Peluncuran ETF emas hari ini juga merupakan salah satu langkah konkret bagian dari agenda tersebut menurut Wamenkeu. Terlebih lagi minat dunia terhadap ETF emas tengah tinggi-tingginya.
"Ini mencerminkan semakin pentingnya instrumen ini di dalam ekosistem investasi global. Jadi nan kita lakukan hari ini bukan sekedar menambah satu produk, kita sedang memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar finansial kita agar dapat bersaing dengan pasar modal regional maupun global," ujarnya.
Pesan kedua adalah ETF emas kudu menjadi bagian dari penguatan ekosistem emas nasional, di mana telah dimulai dengan bullion bank nan telah berkembang pesat dan diminati pelaku pasar.
"Pasar bullion bakal dapat terus berkembang, pasar modal bakal juga semakin dalam, pada akhirnya masyarakat bakal bisa memperoleh pengganti investasi nan semakin beragam, nan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan meningkatkan kesejahteraannya," katanya.
Pesan ketiga dari Juda adalah penemuan nan diluncurkan kudu berbarengan dengan integritas nan dapat membangun kepercayaan dari investor.
Dalam perihal ETF emas, ada underlying berupa emas bentuk dan dilengkapi dengan pengelolaannya, penyimpanannya, valuasi, dan sistem pasarnya, sebagai pendongkrak kepercayaan bagi investor.
Kepercayaan investor, kata Juda, adalah aspek paling esensial di pasar keuangan.
"Karena itu pengembangan ETF emas kudu disertai dengan penguatan tata kelola, akuntabilitas dan transparansi, perlindungan investor, dan pengawasan nan kuat," katanya.
Pemerintah sendiri bakal mengambil bagian dalam menjaga kepercayaan penanammodal di pasar modal Indonesia dengan melakukan sinergi berbareng OJK, BEI, para pelaku pasar dan pemangku kepentingan lainnya.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]

53 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·