Exco PSSI Respons Keresahan Prabowo ke Piala Dunia: Perlu Support APBN

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa sasaran besar Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2030 memerlukan sokongan biaya nan kuat dari pemerintah.

Hal ini dinilai sejalan dengan visi dan perhatian besar Presiden RI Prabowo Subianto terhadap kemajuan Timnas Indonesia.

Menurut Arya, langkah strategis Presiden Prabowo nan mengumpulkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi bukti nyata bahwa pemerintah memahami pentingnya intervensi anggaran negara demi ekosistem sepak bola nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan jelas ya, Pak Prabowo mencari Pak Ketum Pak Erick, dan mencari juga Menkeu. Berarti beliau tahu bahwa Menkeu Pak Purbaya perlu memberikan support untuk sepak bola Indonesia dari APBN," ujar Arya saat ditemui di area Kemenpora, seperti dikutip Detik, Jumat (10/7).

Arya menambahkan, komitmen Presiden Prabowo terhadap sepak bola tidak perlu diragukan lagi. Setelah sebelumnya mempermudah dan mendukung penuh kebijakan naturalisasi pemain, sekarang perhatian tersebut bersambung pada sektor finansial.

Untuk mengimbangi support penuh dari pemerintah, PSSI mengaku telah merancang sejumlah program strategis demi mendongkrak daya saing skuad Garuda di panggung internasional.

Salah satu programnya, ialah memperbaiki sistem kejuaraan lokal agar para pemain mendapatkan atmosfer pertandingan nan lebih kompetitif dan menambah jam terbang.

Kehadiran dua wakil Indonesia di kejuaraan Asian Champions League (ACL) diharapkan bisa memperkaya pengalaman para pemain klub nan menjadi pilar utama penyokong Timnas.

Selain itu, percepatan pembinaan di golongan umur U-19 dan U-17 terus digenjot untuk memperluas opsi talenta baru. Salah satu hasilnya adalah promosi pemain muda seperti Matthew Baker ke tim nasional.

Banner Gempita Bola 2026

Bukan hanya konsentrasi pada pembinaan lokal, Arya juga menyoroti langkah pembimbing Timnas Indonesia, John Herdman, nan memanggil nyaris 50 pemain untuk memperluas pedoman seleksi tim. PSSI juga menegaskan bahwa pemanfaatan pemain diaspora alias naturalisasi merupakan perihal lumrah dalam sepak bola modern saat ini.

"Hampir semua negara nan tampil di Piala Dunia banyak memakai naturalisasi. Mana negara nan tidak pakai diaspora?" tutur Arya.

Melalui sinergi program PSSI dan support biaya APBN dari pemerintah, Arya optimistis Indonesia bisa mencetak sejarah baru pada tahun 2030, melampaui pencapaian tertinggi nan sudah diraih skuad Garuda sejauh ini.

[Gambas:Video CNN]

(wiw/jal)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya