Facebook disidang usai hasil penelitian internal bocor

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Senator Amerika Serikat pada Kamis menyidang Facebook setelah penelitian internal bocor ke publik yang menyebutkan bahwa raksasa media sosial tersebut sadar Instagram membahayakan kesehatan mental remaja.

Mengutip Reuters, Jumat, sidang di depan subkomite perlindungan konsumen dilakukan setelah Wall Street Journal menerbitkan beberapa tulisan tentang Facebook yang mengetahui Instagram telah menyebabkan beberapa gadis remaja merasa memiliki citra yang buruk.

Kepala keamanan global Facebook Antigone Davis membantah komite dan kesimpulan yang dibuat WSJ sepanjang sidang. Dia mengatakan, perusahaan sedang bekerja untuk merilis studi internal tambahan agar dapat lebih transparan tentang temuannya.

“Penelitian ini adalah bom. Ini adalah bukti yang kuat, mencekam, sekaligus memukau bahwa Facebook tahu situsnya memiliki efek berbahaya pada anak-anak dan mereka menyembunyikan fakta dan temuan itu,” kata Senator Richard Blumenthal dari Demokrat.

Para senator menekan Davis pada beberapa tema utama termasuk data apa yang dapat diidentifikasi dan dikumpulkan Facebook mengenai pengguna di bawah usia 13 tahun, sejauh mana perusahaan menggunakan pengguna muda sebagai area pertumbuhan, dan apakah mereka tahu bahwa Instagram menyebabkan beberapa anak mempertimbangkan bunuh diri,

Davis menegaskan bahwa anak-anak di bawah 13 tahun tidak diizinkan menggunakan Facebook dan menyebutkan bahwa hanya 0,5 persen remaja dalam penelitian perusahaan yang mempertimbangkan bunuh diri karena Instagram. Angka terus lebih rendah dari angka yang dilaporkan Journal.

Sidang kedua direncanakan pada Selasa dan dihadiri pelapor. Davis mengatakan, pihaknya tidak akan melawan mereka karena telah membocorkan dokumen rahasia kepada para senator. 

Baca juga: Facebook tunda pengerjaan Instagram Kids setelah tuai banyak kritik

Baca juga: Facebook Summit 2021 siap bahas perkembangan bisnis di era digital

Baca juga: Facebook diperintahkan buka data soal Rohingya

Penerjemah: Suci Nurhaliza
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pos terkait