Gangguan Whatsapp, Facebook dan Instagram karena masalah jaringan

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Facebook menyatakan karena masalah jaringan dan membutuhkan waktu supaya layanan mereka kembali normal 100 persen seperti biasanya.

“Layanan Facebook sudah kembali dalam jaringan sekarang, mungkin butuh waktu untuk menjadi 100 persen,” kata Chief Technology Officer Facebook, Mike Schroepfer, melalui akun Twitter @schrep, Selasa.

Baca juga: Gangguan kabel laut penyebab internet Indihome dan Telkomsel lambat

Gangguan layanan Facebook disebabkan masalah jaringan, kata Schroepfer.

Layanan WhatsApp, Facebook dan Instagram terganggu sejak Senin (4/10) malam di Indonesia dan juga dirasakan pengguna WhatsApp di seluruh dunia.

Laporan dari situs Downdetector, gangguan pada WhatsApp di Indonesia terjadi sekitar pukul 23.00, pengguna mengeluh masalah pada aplikasi, saat mengirim pesan dan koneksi server.

Gangguan juga dialami pengguna WhatsApp Business, laporan Downdetector pada pagi ini menunjukkan 65 persen mengalami masalah pada internet, 9 persen layanan telepon dan 26 persen mati total.

Masalah serupa juga terjadi pada aplikasi Facebook dan Instagram dalam waktu yang sama.

Schroepfer, yang baru saja mengumumkan mundur dari Facebook dalam beberapa waktu ke depan, meminta maaf kepada pengguna atas gangguan ini.

“Untuk bisnis kecil dan besar, keluarga dan individu yang bergantung pada kami, saya minta maaf,” cuit @schrep.

Meski pun layanan berangsur pulih, Facebook dan kawan-kawan bertengger di topik terhangat di Twitter pagi ini.

Pengguna layanan mereka mengeluh di Twitter sehingga topik “Ternyata WA”, “Mark Zuckerberg”, “WhatsApp”, “WA IG”, “Error”, “#fbdown” sampai “Pantesan” muncul di Twitter pagi ini.

Tidak hanya layanan Facebook, Telegram juga jadi perbincangan warganet yang pindah ke layanan tersebut karena WhatsApp tidak bisa digunakan.

Baca juga: Instagram sempat “down” siang ini, tak bisa “refresh” beranda

Baca juga: Instagram sempat “down” di AS

Ilustrasi (Pexel)

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pos terkait