Gempa M7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu pagi. BNPB melaporkan dua orang meninggal dan satu terluka di Pelabuhan El Say, Sikka.(AFP)
DUA orang dilaporkan meninggal bumi dan satu lainnya mengalami luka akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusdalops dan seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) nan merasakan akibat guncangan gempa terus melakukan pemantauan. Mereka juga berkoordinasi dengan unsur mengenai untuk memastikan kondisi masyarakat dan akibat nan ditimbulkan. Berdasarkan laporan pembukaan Kodim Sikka, gempa bumi berakibat di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.
"Dua korban meninggal bumi terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Data korban tetap dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu (15/8).
Tim campuran tetap melakukan proses pemindahan di letak kejadian. BNPB berbareng BPBD Kabupaten Sikka terus berkoordinasi dengan unsur mengenai untuk penanganan korban serta memastikan kondisi masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Di Kabupaten Nagekeo, gempa dirasakan sangat kuat selama kurang lebih satu menit. Sebagian besar masyarakat merasakan guncangan dan berceceran keluar rumah. BPBD Kabupaten Nagekeo berkoordinasi dengan lembaga mengenai menyusul adanya peringatan awal tsunami serta melakukan pemindahan terhadap masyarakat nan berada di wilayah pesisir.
"Kondisi serupa dilaporkan di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Barat. Masyarakat merasakan gempa sangat kuat selama kurang lebih satu menit dan sebagian besar penduduk keluar rumah. BPBD di kedua wilayah tersebut melakukan koordinasi dengan unsur mengenai dan mengarahkan pemindahan masyarakat nan berada di area pesisir," ujar dia.
Gempa juga dirasakan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, antara lain Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Maros. Masyarakat di beberapa wilayah tersebut turut merasakan guncangan dan sebagian berceceran keluar rumah.
Pascagempa utama, tercatat beberapa aktivitas gempa susulan. Gempa susulan dengan kekuatan Magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 05.13.53 WIB, kemudian Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28 WIB dan Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB. Sejumlah gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk Magnitudo 5,5. Berdasarkan info sementara, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.
"BNPB tetap melakukan pemutakhiran info mengenai akibat gempa bumi di wilayah terdampak. Pendataan meliputi korban jiwa, korban luka-luka, kerusakan bangunan, maupun akibat lainnya. Informasi mengenai perkembangan korban dan kerusakan bakal disampaikan berasas hasil verifikasi petugas di lapangan," ungkapnya.
BNPB mengimbau masyarakat, khususnya nan berada di wilayah pesisir, untuk tetap tenang dan mengikuti pengarahan resmi dari pemerintah wilayah serta info peringatan awal dari BMKG. Masyarakat juga diminta menjauhi gedung nan mengalami kerusakan alias retak akibat gempa lantaran berpotensi membahayakan keselamatan.
Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan info nan belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dan potensi tsunami dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah, serta TNI-Polri. (Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·