ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Belgia tersingkir di babak perempat final Piala Dunia 2026 usai kalah dari Spanyol. Hal ini menandai kisah Generasi Emas Belgia nan menutup perjalanan mereka dengan kegagalan.
Generasi Emas Belgia disematkan pada rombongan Romelu Lukaku dan kawan-kawan di era 2010-an ketika satu per satu pemain muda Belgia bisa mencuri perhatian di banyak klub besar. Mereka dianggap sebagai generasi terbaik Belgia nan bisa membawa negara tersebut bersaing kompetitif dengan negara lainnya.
Ada nama Vincent Kompany, Eden Hazard, Marouane Fellaini, Kevin De Bruyne, Dries Mertens, Adnan Januzaj, Thomas Vermaelen, Toby Aderweireld, dan banyak lainnya. Mereka membikin Belgia bertabur bintang dan punya lapisan nan dalam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menembus perempat final Piala Dunia 2014, Belgia bisa merebut ranking tiga di Piala Dunia 2018. Empat tahun berselang, Belgia kandas total lantaran tak bisa lolos fase grup.
Di Piala Dunia 2026, hanya tinggal tersisa segelintir personil Generasi Emas Belgia. Lukaku, De Bruyne, Axel Witsel, dan Thibaut Courtois adalah mereka nan tetap bertahan.
Dari deretan pemain tersebut, Courtois tetap mengisi posisi pemain inti, begitu juga dengan De Bruyne. Romelu Lukaku bertindak sebagai pemain persediaan namun dia bisa mencetak tiga gol di Piala Dunia 2026.
Namun ambisi sisa-sisa generasi emas akhirnya sirna. Belgia tampil cukup bagus dengan menapak ke babak semifinal namun mereka tak bisa melewati adangan Spanyol.
Dengan tersingkirnya Belgia di perempat final Piala Dunia 2026, perihal ini bisa jadi perpisahan getir bagi pasukan Generasi Emas Belgia. Dari daftar pemain nan ada, mungkin hanya Courtois nan bisa dibilang tetap punya kesempatan untuk kembali main empat tahun mendatang jika merujuk performa saat ini.
(ptr/sry)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·