Aktivitas Gunung Anak Krakatau nan terekam CCTV PVMBG pada Sabtu (22/8/2026) pukul 18.00 WIB.(PVMBG)
PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas vulkanik signifikan pada Gunung Anak Krakatau nan terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Pada Sabtu (22/8), gunung api aktif tersebut tercatat mengalami letusan sebanyak sembilan kali dalam kurun waktu enam jam.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno, mengonfirmasi bahwa rangkaian erupsi tersebut terjadi mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB. Ketinggian kolom abu nan dihasilkan bervariasi, berkisar antara 200 hingga 400 meter di atas puncak kawah.
"Gunung Anak Krakatau teramati 9 kali letusan dengan tinggi 200-400 meter. Asap berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas tebal," ujar Suwarno dalam keterangan resminya, Sabtu.
Data Teknis Aktivitas Vulkanik
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas vulkanik ini menunjukkan perubahan nan cukup tinggi. Berikut adalah rincian info teknis erupsi nan terekam oleh PVMBG:
| Jumlah Letusan | 9 Kali |
| Tinggi Kolom Erupsi | 200 - 400 Meter |
| Warna Asap | Kelabu hingga Hitam (Tebal) |
| Amplitudo Tremor | 2 - 47 milimeter |
| Durasi Gempa | 7 hingga 1.590 detik |
| Status Gunung | Level III (Siaga) |
Rekomendasi dan Mitigasi
Peningkatan aktivitas vulkanik nan terjadi sejak awal Juli telah menjadi dasar bagi Badan Geologi untuk menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga). Suwarno menegaskan bahwa potensi erupsi susulan tetap sangat mungkin terjadi mengingat kondisi gunung nan tetap fluktuatif.
Terkait kondisi tersebut, otoritas vulkanologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi keselamatan publik:
- Radius Aman: Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang mendekati kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius dua kilometer.
- Aktivitas Nelayan: Nelayan nan beraksi di perairan Selat Sunda diminta untuk waspada dan terus memantau info resmi mengenai aktivitas gunung serta kondisi cuaca sebelum melaut.
- Informasi Terverifikasi: Warga diimbau untuk tidak mempercayai isu-isu nan tidak jelas sumbernya dan hanya merujuk pada info resmi dari PVMBG, Badan Geologi, alias BPBD setempat.
Hingga saat ini, tim mahir terus melakukan pemantauan intensif baik secara visual maupun melalui peralatan instrumental di pos pantau guna mendeteksi perkembangan aktivitas vulkanik secara berkelanjutan. (Ant/I-1) Lampung Selatan, Selat Sunda









English (US) ·
Indonesian (ID) ·