Gunung Karangetang Keluarkan Lava Pijar

2 jam yang lalu 4
Gunung Karangetang Keluarkan Lava Pijar ilustrasi Gunung Karangetang mengeluarkan lava pijar.(Antara)

PENYELIDIK Bumi Ahli Muda, Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi Maluku, Sandy Gumolili menyebut luncuran lava pijar Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro pada Minggu (9/8) tidak menjangkau permukiman warga.

"Pemukiman terdekat berada di jarak tiga kilometer," kata Sandy di Manado, Senin.

Sandy menjelaskan, berasas laporan aktivitas Gunung Karangetang periode 9 Agustus 2026, pukul 20:00 WITA terjadi erupsi efusif nan teramati adanya luncuran lava pijar dari kawah utara.

Luncuran lava pijar tersebut mengarah ke bagian selatan lebih kurang 700 meter, kemudian berbelok ke arah barat lebih kurang 300 -400 meter, dan ke arah utara lebih kurang 700-1000 meter.

Sandy menyebutkan, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang terus melakukan pemantauan setelah terjadi erupsi efusif nan menyebabkan luncuran lava pijar.

Selain luncuran lava pijar, Sandy juga berambisi penduduk mewaspadai potensi terjadinya awan panas guguran akibat terjadinya penumpukan material vulkanik pascaerupsi.

Dia berambisi penduduk mematuhi radius ancaman nan telah direkomendasikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar terhindar dari ancaman erupsi/awan panas guguran Gunung Karangetang.

Pada tingkat aktivitas Level II (Waspada) maka masyarakat direkomendasikan tidak memasuki dan beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utara dan kawah selatan serta 2,5 kilometer pada sectoral utara - barat dan barat daya dari kawah Utara.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mematuhi rekomendasi nan dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta tidak terpancing berita-berita nan tidak betul dan tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas gunung api Karangetang.

Pada periode pengamatan tersebut terekam sebanyak lima kali gempa guguran, 59 kali gempa embusan, 10 kali tremor nonharmonik, sembilan kali gempa tremor harmonik, satu kali gempa hibrid/fase banyak serta 10 kali gempa tektonik jauh. (Ant/P-3)

Selengkapnya