Ilustrasi(Dok Kemen ESDM)
SELAMA sepekan dari hari Jumat (7/8) hingga Kamis (13/8) Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merekam telah terjadi 1.205 gempa dan 98 kali awan panas guguran di area puncak Gunung Merapi.
Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa melalui keterangan tertulisnya, hari Jumat (14/8) malam menjelaskan kegempaan di puncak Gunung Merapi itu didominasi gempa guguran alias RF sebanyak 620 kali disusul gempa Fase Banyak alias MP, gempa vulkanik dangkal alias VTB sebanyak 49 kali dan 14 kali gempa tektonik ata TT serta 4 kali gempa Awan Panas Guguran alias APG.
"Intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini lebih rendah dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya," katanya.
Ia menambahkan pada minggu ini terjadi 4 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Sat/Putih. Guguran lava nan dapat teramati adalah 5 kali ke arah hulu Kali Boyong sejauh 1.900 meter, 27 kali ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimum 2.000 meter, 7 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimum 1.800 meter, dan 55 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih sejauh maksimum 2.000 meter.
Sementara kubah lava teramati adanya sedikit perubahan morfologi pada Kubah Barat Daya akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava. Sedangkan untuk Kubah Tengah, tidak teramati adanya perubahan morfologi. Berdasarkan kajian foto udara tanggal 1 Agustus 2026, volume Kubah Barat Daya dan Kubah Tengah berturut - turut adalah sebesar 4.039.600 meter kubik dan 2.369.400 meter kubik.
Agus menambahkan pada minggu ini tidak terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dan tidak dilaporkan adanya penambahan aliran dan lahar di sungai-sungai nan berhulu di Gunung Merapi.
Data pemantauan, katanya menunjukkan suplai magma tetap berjalan nan dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam wilayah potensi bahaya.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi tetap cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. "Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat SIAGA," katanya. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·