Hadirkan Ekosistem 360 Derajat, Perbankan Dorong Kemajuan Pagelaran Fesyen

1 jam yang lalu 4
Hadirkan Ekosistem 360 Derajat, Perbankan Dorong Kemajuan Pagelaran Fesyen IFA Archipelago Kalimantan Selatan 2026(Dok. IFA Archipelago Kalimantan Selatan 2026)

PERKEMBANGAN industri fesyen nasional tidak hanya digerakkan oleh produktivitas para desainer dan pelaku jenama, tetapi juga memerlukan sokongan ekosistem finansial nan kuat. Kehadiran sektor perbankan memegang peranan krusial sebagai katalisator mulai dari penyediaan akses permodalan, pendampingan UMKM, hingga ekspansi pasar guna memastikan industri fesyen dalam negeri, khususnya sektor modest fashion, bisa tumbuh berkepanjangan dan berkekuatan saing global.

Komitmen dalam menggerakkan ekosistem tersebut salah satunya ditunjukkan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). BSI datang sebagai Official Bank Partner pada penyelenggaraan Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) Archipelago Kalimantan Selatan 2026. Partisipasi ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat Islamic Ecosystem melalui pengembangan industri halal, khususnya sektor modest fashion, nan dinilai mempunyai potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam mengembangkan ekosistem tersebut, BSI menerapkan pendekatan end-to-end ecosystem (ekosistem 360 derajat), ialah menghadirkan solusi nan menjangkau seluruh rantai nilai industri. Perseroan tidak hanya berkedudukan sebagai penyedia jasa finansial alias sponsor kegiatan, tetapi juga sebagai mitra strategis nan mendampingi pelaku upaya melalui pembiayaan syariah, digitalisasi transaksi, pengelolaan keuangan, literasi, pendampingan usaha, hingga pembukaan akses kerjasama dan pasar.

BSI memandang bahwa di kembali setiap produk fesyen terdapat rantai nilai nan panjang, mulai dari penjahit, konveksi, pengrajin, pemasok bahan baku, hingga pemilik brand. Seluruh pelaku tersebut mempunyai peran krusial dalam membangun industri nan berkepanjangan sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi banyak family di Indonesia.

Dalam pengembangan rantai nilai tersebut, pendekatan end-to-end ecosystem (ekosistem 360 derajat) BSI Mencakup pembiayaan, digitalisasi transaksi, hingga pendampingan usaha. Hingga saat ini, BSI telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 350 ribu pengguna UMKM dengan total pembiayaan mencapai sekitar Rp53 triliun. 

Selain itu, BSI juga mempunyai 4 BSI UMKM Center nan membina 6.037 UMKM melalui beragam program pelatihan, inkubasi bisnis, and pengembangan kapabilitas agar bisa tumbuh, naik kelas, dan mempunyai daya saing nan lebih kuat.

Komitmen tersebut turut diperkuat melalui kerjasama berbareng BSI Maslahat dalam pemberdayaan pelaku upaya mikro, termasuk para penjahit dan konveksi nan mempunyai keterbatasan akses permodalan. 

Di sisi hilir, BSI juga memandang besarnya peran konsumen, khususnya wanita berkekuatan dan organisasi perempuan, sebagai penggerak utama pertumbuhan industri modest fashion. Sinergi antara pelaku produksi, pemilik brand, komunitas, hingga konsumen menjadi fondasi terbentuknya ekosistem nan saling terhubung dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Melalui penyelenggaraan IFA Archipelago Kalimantan Selatan 2026, BSI berambisi semakin banyak kerjasama nan tercipta untuk memperkuat daya saing pelaku usaha, memperluas akses pasar, serta mempercepat pertumbuhan industri modest fashion nasional. 

"BSI percaya bahwa kemajuan industri modest fashion tidak hanya diukur dari berkembangnya sebuah brand, tetapi juga dari tumbuhnya seluruh pelaku dalam rantai nilai industri. Karena itu, kami bakal terus datang sebagai mitra strategis nan menghubungkan pembiayaan, pemberdayaan, digitalisasi, dan akses pasar agar industri legal Indonesia semakin kuat dan bisa bersaing di tingkat global," keterangan BSI dalam siaran pers, Jumat (21/8). (H-2)

Selengkapnya