Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$90 per Barel Pekan Depan

1 jam yang lalu 3
Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$90 per Barel Pekan Depan Ilustrasi.(Magnific)

HARGA minyak mentah bumi jenis West Texas Intermediate (WTI) diprediksi bakal mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan ke depan. Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan nilai minyak mentah WTI bakal ditransaksikan pada rentang US$74,30 hingga US$91,60 per barel.

"Jadi ada kemungkinan besar nilai minyak mentah WTI itu bakal kembali di atas US$90 per barel," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Ketegangan Geopolitik Global

Ibrahim menjelaskan bahwa aspek esensial utama nan mendorong kenaikan nilai ini adalah situasi geopolitik nan kembali memanas di beragam bagian dunia. Salah satu pemicu utamanya yaitu ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan kemenangan dalam bentrok di Timur Tengah dengan Iran, nan berujung pada klaim wilayah Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat. Di sisi lain, Iran mendesak AS untuk mengakui kekalahan, sehingga memicu ketegangan baru di jalur perdagangan minyak vital tersebut.

Selain itu, Trump dalam pidatonya telah memperingatkan rakyat Amerika untuk bersiap menghadapi kenaikan nilai bahan bakar nan cukup tinggi. "Artinya bahwa sebenarnya Amerika sedang menunggu anggaran nan bakal disetujui oleh kongres untuk persiapan melakukan penyerangan besar-besaran terhadap wilayah Iran," tambah Ibrahim.

Konflik di Laut Merah dan Afrika

Situasi diperparah dengan tindakan golongan Houthi di Yaman nan melakukan serangan terhadap kapal-kapal tanker milik Arab Saudi di Laut Merah. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian pasokan di jalur pelayaran internasional tersebut.

Di Afrika, ketegangan geopolitik juga meningkat setelah pemberontak di Nigeria melakukan penyerangan terhadap sejumlah kilang minyak. Sementara itu, di Eropa, bentrok antara Rusia dan Ukraina nan belum mereda terus memberikan tekanan pada pasar daya global.

"Nah ini nan membikin ketegangan secara geopolitik kemungkinan bakal kembali memanas. Misalnya tadi saya katakan bahwa nilai minyak mentah kemungkinan besar bakal ke US$91,60 per barel. Itu nilai tertingginya," jelasnya.

Dampaknya terhadap APBN Indonesia

Ibrahim juga menyoroti sasaran dalam APBN 2027 nan disampaikan Presiden Prabowo Subianto, bahwa nilai minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok pada nomor US$75 per barel. Namun, dengan eskalasi bentrok nan ada, dia meragukan nilai bakal berada di level tersebut dalam jangka panjang.

"Iran itu siap untuk melakukan serangan jangka panjang terhadap Amerika. Artinya apa? Di tahun 2027 kemungkinan besar nilai minyak mentah WTI itu tetap bakal di atas US$80 per barel lantaran terjadi perang, apalagi di Laut Merah dengan di Selat Hormuz," pungkas Ibrahim. (I-2)

Selengkapnya