Jakarta, CNBC Indonesia - Investasi emas belakangan ini semakin diminati dibandingkan pembelian emas dalam corak perhiasan. Tren ini semakin terlihat terutama di tengah kenaikan nilai emas, dan menimbulkan pergeseran pola. Kini permintaan emas lebih banyak menjadi aset investasi dibanding hanya perhiasan.
Ekonom Senior INDEF Aviliani menuturkan, pada dasarnya tren investasi emas nan terjadi di masyarakat sejalan dengan kenaikan nilai komoditas tersebut. Akibatnya, masyarakat pun lebih tertarik berinvestasi emas daripada membeli perhiasan nan terbuat dari emas.
"Tapi jika kita lihat diversifikasi sebenarnya, sekarang ini nan menarik dengan nilai emas naik justru investasi masyarakat, itu nan sekarang naik lebih tinggi daripada perhiasan. Kalau dulu orang itu selalu perhiasan, tapi sekarang justru nan tadi bullion bank ini bagus sekali," ujar dia dalam Mindialogue 2026, Rabu (12/8/2026).
Di samping itu, dia memandang, jika dulu orang-orang lebih memilih perhiasan nan terbuat dari emas. Akan tetapi, saat ini kehadiran bullion bank memudahkan masyarakat untuk mendapatkan emas dalam gramasi nan sesuai keinginannya.
Aviliani menilai bullion bank sangat membantu masyarakat untuk menikmati pembelian emas tanpa kudu ada corak fisiknya. Adapun perusahaan nan termasuk bullion bank di Indonesia adalah PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Ia menjelaskan, perkembangan jasa bullion bank menjadi salah satu perihal nan menarik seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas.
"Dan sekarang peningkatannya 3,4 kali peningkatannya gitu. Ini salah satu langkah gimana tidak hanya Bank Indonesia saja, tapi juga masyarakat. Saya rasa itu juga menjadi demand nan cukup tinggi ke depan dalam emas," terang dia.
Di luar itu, Aviliani menjelaskan, tidak ada ketentuan secara pasti mengenai besaran persediaan emas nan perlu dimiliki suatu negara agar bisa menjaga stabilitas nilai tukar mata uangnya. Namun, keputusan untuk terus menambah kepemilikan emas menjadi bagian dari upaya diversifikasi persediaan devisa setiap negara.
Lantas, dinamika ekonomi dunia dan meningkatnya kembali kepercayaan terhadap emas berpotensi mendorong negara alias masyarakat untuk mempertimbangkan emas sebagai aset penting.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

42 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·