Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah mendorong pengganti pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) bersubsidi dengan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg. Saat ini, uji coba nan dilakukan sudah masuk ke tahap akhir dan ditargetkan bisa diujicoba untuk masyarakat setidaknya sebelum bulan Agustus 2026 ini berakhir.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan perkembangan proyek tabung CNG 3 kg saat ini tengah dilakukan uji coba akhir oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Hal itu untuk memastikan CNG kondusif digunakan masyarakat secara luas.
"Saya baru tiga hari lampau dipresentasikan hasil tabung (CNG) 3 kilogram dan valve-nya. Sekarang Lemigas lagi uji nan terakhir," kata Bahlil ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Senin (10/8/2026).
Berdasarkan laporan nan diterima olehnya, hanya tersisa satu tahapan pengetesan ialah uji tembak alias pengetesan ketahanan tabung terhadap kondisi ekstrem. Adapun uji tersebut dilakukan dengan paparan panas hingga sekitar 850 derajat Celsius.
"Tetapi menurut info nan saya terima dari hasil mereka, tinggal uji tembak aja nan belum. Karena itu kan diuji tembak dengan pembakaran 850 panasnya itu. Dan itu sudah tinggal uji tembak aja," ujarnya.
Sementara itu, saat ditanya apakah uji tembak dilakukan di Indonesia alias China, Bahlil mengatakan pengetesan dilakukan di kedua negara. "Kau doakan aja ya. Doakan ya, nan terbaik untuk Ibu Pertiwi tercinta ya," katanya.
Lantas berapa nilai LPG nan bertindak di tingkat pangkalan-pengecer?
PT Pertamina Patra Niaga pada 14 Juli 2026 lampau sempat menyesuaikan kembali nilai jual Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi 5,5 kilogram (kg) dan 12 kg.
Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah Pulau Jawa nan bertindak efektif mulai 14 Juli 2026. Harga di wilayah lain dapat berbeda sesuai ketentuan nan berlaku.
Sebagai contoh di wilayah Pulau Jawa, nilai Bright Gas 12 kg turun dari Rp228.000 per tabung menjadi Rp 220.000 per tabung alias berkurang Rp8.000. Sementara itu, nilai Bright Gas 5,5 kg turun dari Rp 107.000 per tabung menjadi Rp103.000 per tabung, alias lebih rendah Rp4.000 dibandingkan sebelumnya.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di lapangan, nilai jual LPG non subsidi nan bertindak di tingkat pangkalan wilayah Tangerang Selatan, untuk tabung ukuran 12 kg bertindak nilai Rp 245.000 per tabung, sedangkan untuk tabung ukuran 5,5 kg bertindak nilai Rp 130.000 per tabung.
Di sisi lain, nilai LPG bersubsidi 3 kg tidak mengalami perubahan. Harga Eceran Tertinggi (HET) nan bertindak di pangkalan resmi Tangerang Selatan tetap sebesar Rp 19.000 per tabung.
Namun, nilai nan bertindak di tingkat pengecer sebesar Rp 22.000 per tabung, sudah termasuk ongkos kirim.
Berikut nilai jual LPG Bright Gas di beberapa wilayah RI per 10 Agustus 2026:
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat (termasuk Bekasi), Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat:
Bright Gas 5,5 kg Rp 103.000 per tabung dan ukuran 12 kg Rp 220.000 per tabung
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, serta Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan:
Bright Gas 5,5 kg adalah Rp 107.000 per tabung dan 12 kg Rp 222.000 per tabung.
Khusus Kawasan Perdagangan Bebas Batam:
Bright Gas 5,5 kg Rp 97.000 per tabung dan 12 kg Rp 200.000 per tabung.
Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara:
Bright Gas 5,5 kg Rp 110.000 per tabung dan 12 kg Rp 230.000 per tabung.
Sulawesi Tengah:
Bright Gas 5,5 kg Rp 107.000 per tabung dan 12 kg Rp 222.000 per tabung.
Tarakan dan sekitarnya:
Bright Gas 5,5 kg Rp 120.000 per tabung dan 12 kg Rp 257.000 per tabung.
Maluku dan Papua:
Bright Gas 5,5 kg Rp 130.000 per tabung dan 12 kg Rp 277.000 per tabung.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·