ARTICLE AD BOX
Serang, CNBC Indonesia - Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo angkat bicara soal jalan dan jembatan Enang-Enang di Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Aceh nan rusak akibat musibah kemudian diperbaiki penduduk secara swadaya. Dalam perihal ini, dia mengapresiasi langkah penduduk nan melakukan patungan untuk memperbaiki prasarana tersebut.
Namun, dia menyatakan, Pemerintah Pusat tetap berkedudukan sebagai penanggung jawab standar keamanan dari jalan maupun jembatan di wilayah tersebut. Pasalnya, gedung hasil swadaya masyarakat kudu dipastikan layak untuk diakses seluruh pihak terkait.
"Kita berterima kasih pasti, tapi itu enggak cukup. Masih ada beberapa perihal nan mesti kita tambahin di situ," ujar Dody kepada wartawan, dikutip Selasa (7/7/2026).
Untuk itu, Dody berencana meninjau langsung ke Aceh pada hari Selasa, 7 Juli 2026. Tujuan dari kunjungan ini untuk memastikan jalan dan jembatan tersebut layak dioperasikan bagi para pengguna jalan.
"Besok saya ke Aceh untuk memastikan bahwa jalan jembatan itu tetap layak. Tapi kudu berterima kasih ke masyarakat," jelasnya.
Jalan Enang Enang. (Tangkapan Layar Instagram) Foto: Jalan Enang Enang. (Tangkapan Layar Instagram)
Bencana nan menimpa Aceh November 2025 lampau mengakibatkan kerusakan pada jalan nasional dan jembatan di Tajuk Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Setelah enam bulan berlalu, penduduk akhirnya turun tangan untuk memperbaiki jalanan tersebut agar dapat dilalui kembali.
Pada akhirnya, mereka patungan mengerahkan satu perangkat berat untuk membersihkan material longsor nan menutup badan jalan. Tak hanya itu, masyarakat juga membikin jalur pengganti untuk titik nan sudah tidak dapat dilewati.
Salah satu ujung jembatan nan ada di letak jatuh ke sungai. Untuk itu, para penduduk pun turut menimbun bagian tersebut dan membikin jalur baru agar dapat terhubung. Kondisi jembatan di jalan utama Bireuen-Aceh Tengah itu dalam keadaan miring.
Tokoh masyarakat di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Sahrial Abadi menuturkan, sejumlah penduduk melakukan patungan untuk mengumpulkan duit agar perangkat berat dapat bekerja membuka akses. Sahrial mengaku menjual sebagian kebunnya agar dapat menyumbang.
"Terkait Jembatan Enang-Enang ini kami melakukan swadaya masyarakat. Selama ini kami selalu memakai jalan pengganti melewati Burlah ke Simpang Lancang, namun jalan tersebut sudah banyak sekali nan rusak," kata Sahrial kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Dirinya bilang, jalan pengganti di Wih Porak itu sempit sehingga memperlambat perjalanan. Selain itu, banyak keluhan dari penduduk mengenai kondisi jalan tersebut.
"Kami berinisiatif memandang sempitnya jalan di sana bisa memperlambat perjalanan dan banyaknya keluhan masyarakat. Kami mengalami inisiatif mengumpulkan biaya beberapa orang," tandas dia.
(wur)
Addsource on Google

4 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·