Hindari Putus Kuliah, KDM Usul Kenaikan Batas Gaji Orangtua Mahasiswa Penerima KIP

1 jam yang lalu 3
Hindari Putus Kuliah, KDM Usul Kenaikan Batas Gaji Orangtua  Mahasiswa Penerima KIP Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi berbareng mahasiswa baru Universitas Padjajaran.(Dok.Diskominfo Jabar)

GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk mengubah batas maksimum besaran penghasilan orangtua bagi mahasiswa penerima danasiwa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. 

Tahun ini, syarat besaran penghasilan orangtua bagi penerima KIP Kuliah kudu dibawah bayaran minimum provinsi (UMP) di domisili mahasiswa. Jadi, nilai penghasilan campuran orangtua di Jabar untuk bisa menerima KIP Kuliah kudu dibawah Rp2,3 juta, sesuai UMP Jabar

"Saya usul agar kelak ketentuannya dibawah Rp10 juta, boleh dapat KIP," ucap KDM,  saat memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa baru dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) Tahun Akademik 2026/2027 di Stadion Jati Padjadjaran, Unpad Kampus Jatinangor, Senin (10/8).

Dalam aktivitas tersebut, gubernur menanggapi keluhan dari sejumlah mahasiswa mengenai tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi orang tua, termasuk nan berprofesi PNS. Mahasiswa nan masuk melalui jalur prestasi, apalagi ada mahasiswa difabel, juga mengeluhkan biaya kos, biaya hidup serta biaya duit kuliah nan cukup mahal di Jatinangor.

Gina, salah seorang mahasiswi penyandang disabilitas netra berterima kasih dapat kuliah cuma-cuma di Unpad. Ia berambisi gubernur lebih memperhatikan nasib disabilitas untuk bisa mencicipi sekolah apalagi hingga kuliah. KDM pun memberikan nasihat agar tidak putus asa apalagi sampai putus kuliah lantaran biaya nan mahal. Selama mempunyai tekad kuat untuk lulus, maka hambatan biaya pasti bakal dapat diatasi.

KDM pun memberikan support langsung kepada mahasiswa dan mahasiswi, seperti duit kos untuk 2 tahun hingga biaya kuliah cuma-cuma selama 5 semester. Ia juga memberikan modal upaya Rp5 juta bagi mahasiswa nan berencana membuka upaya kecil-kecilan untuk menutup biaya hidup selama kuliah. Ia meminta agar mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi tidak berkecil hati dan sedih. Sebab masuk kuliah bisa membuka jalan bagi kehidupan nan lebih baik dimasa depan. Ia menegaskan tidak boleh ada orang nan kandas kuliah hanya lantaran aspek biaya.

"Jangan hanya mengejar gelar akademik namun perbanyak pengalaman selama menjadi mahasiswa. Jadikanlah kesulitan itu sahabat agar Anda menjadi orang nan mampu, tidak mengalami masalah ketika berhadapan dengan kesulitan. Musuh jangan dijauhi, tapi jadikan temannya," tandasnya.

PESAN UNTUK MAHASISWA
Livy, mahasiswi asal Depok menyampaikan permintaan kepada gubernur agar memperbaiki jalan-jalan di Jatinangor, khususnya dalam area kampus. Ia pun siap untuk ikut memperbaiki area kampus berbareng rekan-rekannya.

Menanggapinya, KDM mengatakan jika jalan nan dimaksud adalah jalan nasional sehingga menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun demikian dia bakal berbincang dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan jika diizinkan Pemprov Jabar siap turun tangan. "Kalau diijinkan tahun depan kinclong. Tapi penduduk kampus juga kudu ikut menjaga kebersihan lingkungan," terangnya.

Keisya, mahasiswi kedokteran hewan mengaku mau mengembalikan keanekaragamana satwa di Indonesia, namun disisi lain fans kedokteran hewan tetap lebih sedikit daripada kedokteran umum. Bahkan kadang menurutnya sering dianggap sepele dan kalah bersaing.

Gubernur pun memberikan motivasi jika kebutuhan master hewan baik di perusahaan swasta, BUMN apalagi pemerintahan sangat besar. Bisa jadi mempunyai penghasilan lebih besar daripada master umum. Sehingga memintanya untuk tidak berkecil hati apalagi dengan cita-cita mulianya nan mau membikin info hewan endemik di Indonesia lebih lengkap. (E-2)

Selengkapnya