Huawei jual desain ponsel ke perusahaan lain demi hindari sanksi AS

  • Whatsapp

Berita ini datang dari sumber yang mengerti dengan masalah tersebut, mengklaim bahwa langkah itu akan memungkinkan perusahaan untuk membantu bisnis ponsel yang menurun.

Huawei tampaknya berencana untuk mengambil langkah baru untuk mengatasi tantangan yang dihadapinya dengan sanksi AS. Perusahaan ini berencana bekerja sama dengan pabrikan ponsel lain untuk mengatasi sanksi tersebut, dan mendapatkan teknologi AS.

Perusahaan yang berbasis di Tiongkok tersebut bertujuan untuk melisensikan desain ponselnya ke merek lain, yang akan memungkinkannya mendapatkan akses ke komponen penting AS, sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg. Berita ini datang dari sumber yang mengerti dengan masalah tersebut, mengklaim bahwa langkah itu akan memungkinkan perusahaan untuk membantu bisnis ponsel yang menurun. Sebagai informasi, Huawei terkena berbagai sanksi AS yang membatasi aksesnya ke teknologi asal AS.

Dengan kata lain, ini pada dasarnya memotong pasokannya ke komponen utama untuk ponselnya, sementara sanksi lain memutus pasokan chip mereka dari TSMC. Ini secara efektif melumpuhkan operasi ponselnya. Namun sekarang Huawei sedang mempertimbangkan untuk melisensikan desainnya ke unit milik negara China Postal Telecommunications Appliances Co. atau PTAC.

Dilansir dari Gizmochina (16/11), merek tersebut kemudian akan membeli suku cadang yang dilarang diperoleh Huawei. Unit yang dimaksud adalah Xnova, yang juga merupakan perusahaan yang menjual ponsel seri Huawei Nova di situs resminya.

Selain itu, kemitraan ini juga diharapkan agar unit tersebut menawarkan perangkat bermerek sendiri yang didasarkan pada desain Huawei. Mitra lainnya termasuk produsen peralatan telekomunikasi Tiongkok TD Tech Ltd, yang juga akan menjual beberapa model dengan desain Huawei di bawah mereknya sendiri. Perlu diingat bahwa ini masih merupakan laporan yang dikonfirmasi secara resmi oleh Huawei. Tahun lalu, perusahaan ini bahkan harus menjual merek Honor untuk menyelamatkan bisnis ponsel yang ada.

Pos terkait