Jakarta, CNN Indonesia --
Dua pembimbing termuda Liga Inggris 2026/2027, Fabian Hurzeler dan Matthias Jaissle, langsung membuat mata melotot pada di pekan pertama.
Hurzeler, nan tetap 33 tahun, mengantarkan Brighton & Hova Albion meraih kemenangan dalam laga debutnya di Liga Inggris. Brighton menang 4-0 atas Aston Villa.
Dan, bukan lantaran Villa main dengan 10 pemain, nan membikin Brighton pesta gol. Sebelum kartu merah Joao Gomes pada menit ke-40, Brighton sudah menang 4-0.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol pertama tercipta dari blunder dan bunuh diri pemain Villa, kemudian gol kedua dari serangan kembali maut, lantas gol ketiga dari sundulan umpan silang, dan gol terakhir dari blunder bek Villa.
Usia boleh saja tetap setara pemain aktif, tetapi sisi strategi tak bisa dipandang sebelah mata. Pelatih kelahiran Jerman, 26 Februari 1993 ini sudah melatih sejak 27 tahun (2016).
Yang tak kalah menyita perhatian adalah Jiassle. Pria Jerman berumur 38 ini nyaris saja membikin sejarah manis dalam debutnya di LIga Inggris, Newcastle mengalahkan Liverpool.
Datang ke Inggris dengan status pembimbing asal Asia, Jaissle sempat diremehkan. Menangani tim Arab Saudi, Al Ahli, dianggap tidak cukup kualifikasi untuk bersaing di Liga Inggris.
Namun, pembimbing nan mengantar Al Ahli meraih gelar juara Liga Champions Asia dua musim berturut-turut ini tidak gentar. Ia menjawab keraguan itu dengan bukti dalam permainan.
Hurzeler dan Jaissle pun dikepung pelatih-pelatih muda, seperti MIkel Arteta (44 tahun), Gary O'Neil (43), Xabi Alonso (44), dan Micahel Carrick (45), nan sedang mencari pengaruh di Inggris.
Bisakah Hurzeler dan Jaissle membikin perbedaan dalam Liga Inggris musim ini? Untuk gelar juara, dengan komposisi pemain nan dimiliki, rasanya sangat susah untuk diwujudkan.
Namun, ini bisa menjadi batu loncatan. Jika bisa membawa Brighton dan Newcastle 'berbicara lantang' di kompetisi, tawaran dari klub besar bakal menghampiri.
(abs)

2 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·