I.League Naikkan Subsidi ke Klub Super League Jadi Rp27 Miliar

14 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Operator kejuaraan sepak bola Indonesia, I.League, mengucurkan biaya subsidi Rp27 miliar untuk setiap klub kontestan Super League 2026/2027.

Nilai tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan musim sebelumnya nan berada di nomor Rp19 miliar. Ini menjadi peningkatan terbesar sepanjang sejarah Liga Indonesia.

Kepastian peningkatan biaya support operasional tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB di Jakarta, Rabu (26/8). 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Subsidi tetap sama seperti musim nan lampau ya, tetapi nan kita berikan sesungguhnya naik. Naik alias lebih besar ya, nan awalnya 19 miliar kemudian kali ini kita berikan sebesar 27 miliar," ujar Ferry.

I.League juga menerbitkan izin baru mengenai pemain muda. Aturan wajib memainkan pemain U-23 sebagai starter, sekarang dihapus dan diganti dengan skema insentif finansial bagi klub.

Melalui sistem baru ini, I.League bakal memberikan bingkisan biaya tambahan di luar subsidi Rp27 miliar bagi klub-klub nan aktif memberikan menit bermain kepada pemain di bawah usia 23 tahun. 

[Gambas:Video CNN]

Besaran insentif bakal dihitung berasas usia pemain nan dimainkan. Semakin muda usia pemain nan tampil, maka nilai insentif nan dikucurkan operator kepada klub bakal semakin besar.

"Pemain U-23 memang kami hapuskan per musim ini. Penggantinya bakal diberikan insentif melampaui dari insentif biasa bagi klub-klub nan menggunakan pemain dengan menit bermain secara gradual."

"Semakin muda, semakin besar insentif nan bakal kami berikan.Nah, kenapa ini kami lakukan? Karena memang jika memandang benchmark dari klub-klub di luar, sekarang usia emasnya sudah betul-betul bergeser,"ucap Ferry.

Kebijakan insentif ini diambil guna mendorong klub-klub domestik melakukan regenerasi pemain sejak dini, meniru pergeseran usia emas (golden age) pesepak bola di liga-liga top dunia. 

(ikw/abs/jal)

Selengkapnya