Jakarta, CNN Indonesia --
Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) ikut bersikap dan memilih berada di seberang Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Dalam keterangan di media sosial, USSF menunjukkan support kepada perubahan signifikan di FIFA.
"US Soccer, Canada Soccer, CFU (Persatuan Sepak Bola Karibia), dan UNCAF (Persatuan Sepak Bola Amerika Tengah) berdiri bersama, berbareng dengan rekan-rekan kami di seluruh dunia, menyerukan perubahan berfaedah nan memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas FIFA," tulis akun @usscoccer dalam sebuah unggahan di X, Senin (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memberi pernyataan tersebut, USSoccer juga turut mencantumkan sebuah tautan berisi unggahan CONCACAF (Federasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) soal surat terbuka untuk menyikapi langkah Infantino nan dinilai keluar jalur.
Surat terbuka nan ditujukan kepada family besar sepak bola tersebut ditandatangani Presiden UEFA Aleksander Ceferin, Presiden AFC Salman bin Ibrahil Al Khalifa, Presiden CONCACAF Victor Montagliani, serta sekretaris jenderal dari tiga konfederasi itu.
UEFA, AFC, dan CONCACAF melayangkan surat terbuka sebagai respons atas rencana Infantino menjual saham Piala Dunia. Tiga konfederasi itu sepakat perihal nan dilakukan orang nomor satu di FIFA saat ini adalah sebuah pelanggaran atas kepercayaan paling mendasar kepada personil FIFA.
"Sepak bola adalah antusiasme kolektif terbesar di dunia. Itu bukan milik perseorangan alias institusi. Itu milik para pemain, fans, klub, Asosiasi Anggota dan setiap lembaga nan dipercaya menjaga masa depannya," tulis paragraf teratas dalam surat itu.
AFC, CONCACAF, dan UEFA menyatakan keputusan bersikap bukan mengenai urusan pembagian biaya alias kekhawatiran kehilangan support maupun jatah Piala Dunia, tetapi hanya demi integritas sepak bola.
"Mencoba menjual porsi kepentingan di Piala Dunia FIFA adalah sebuah kegagalan penilaian nan sangat mendasar, bukan sekadar kekeliruan prosedur, melainkan pelanggaran kepercayaan nan mendasar terhadap lembaga nan semestinya dilayani FIFA," tegas pernyataan berbareng tersebut.
(nva/nva/nva)

1 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·