Ilustrasi(Doc BBC Science Focus)
Gunung raksasa rupanya tidak hanya berada di permukaan Bumi. Jauh di bawah tanah, sekitar 2.000 kilometer dari permukaan, intelektual menemukan dua struktur berukuran sangat besar nan kerap digambarkan sebagai “gunung tersembunyi”.
Keduanya berada di bawah Afrika dan Samudra Pasifik, tepatnya di bagian paling bawah mantel Bumi, dekat pemisah antara mantel dan inti.
Temuan mengenai struktur tersebut terungkap melalui penelitian terhadap gelombang seismik nan merambat di dalam Bumi. BBC Science Focus melaporkan, dua struktur besar itu dikenal sebagai Large Low-Velocity Provinces (LLVPs) dan masing-masing diberi nama Tuzo serta Jason.
Keduanya bukan gunung dalam pengertian konvensional, melainkan wilayah raksasa di dalam mantel nan mempunyai karakter berbeda terhadap perambatan gelombang gempa.
Ukurannya Melampaui Gunung Everest
Struktur raksasa di bawah Afrika dan Pasifik tersebut berada sekitar 2.000 kilometer di bawah permukaan Bumi.
BBC Science Focus menyebut salah satunya dapat menjulang hingga sekitar 1.000 kilometer, lebih dari 100 kali ketinggian Gunung Everest, sementara struktur di bawah Pasifik membentang sekitar 3.000 kilometer. Jika digabungkan, keduanya diperkirakan mencakup sekitar 6 persen volume Bumi.
Karena tidak dapat diamati secara langsung, keberadaan dan corak struktur nan dikenal sebagai LLVP ini diketahui melalui perbedaan pergerakan gelombang seismik saat melewati bagian dalam Bumi.
Diperkirakan Berusia Sangat Tua
Keberadaan LLVP sebenarnya telah diketahui sejak penelitian seismik pada dasawarsa 1980-an. Namun, para intelektual tetap memperdebatkan asal-usul dan usia struktur tersebut.
Penelitian nan dibahas BBC Science Focus menunjukkan bahwa LLVP mempunyai butiran mineral nan jauh lebih besar dibandingkan material di “kuburan lempeng” di sekitarnya.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa struktur tersebut memerlukan waktu sangat lama untuk terbentuk dan kemungkinan telah memperkuat setidaknya separuh miliar tahun.
Penelitian geodinamika mengenai LLVP juga menunjukkan bahwa struktur raksasa di bawah Afrika dan Pasifik mempunyai peran krusial dalam memahami dinamika mantel Bumi.
Para intelektual tetap meneliti apakah struktur tersebut terbentuk dari material purba nan telah berada di dalam Bumi sejak awal alias merupakan hasil proses pengetahuan bumi seperti subduksi, ketika lempeng tektonik tenggelam ke dalam mantel.
Mengapa Berada di Bawah Afrika dan Pasifik?
LLVP berada di bagian bawah mantel, tepat di atas inti luar Bumi, sehingga krusial untuk memahami pergerakan material dan panas dari bagian dalam planet.
Penelitian dalam jurnal AGU Advances juga mengaitkan struktur ini dengan dinamika mantel dan mantle plume, serta kemungkinan perannya dalam pergerakan material panas di dalam Bumi.
Meski kerap disebut “gunung”, LLVP bukan pegunungan batuan nan terkubur, melainkan struktur raksasa di mantel dengan sifat seismik dan komposisi berbeda dari lingkungan sekitarnya.
Keberadaannya menunjukkan tetap banyak misteri di dalam Bumi nan dapat dipelajari melalui gelombang gempa sebagai “alat pemindai” untuk memetakan struktur ribuan kilometer di bawah permukaan.
Sumber: BBC Science Focus, AGU Advances









English (US) ·
Indonesian (ID) ·