Ilmuwan Ungkap Cara “Selamatkan” Bumi dari Kiamat Matahari

1 jam yang lalu 2
Ilmuwan Ungkap Cara “Selamatkan” Bumi dari Kiamat Matahari Ilustrasi(magnifik)

BAYANGKAN Bumi mempunyai “payung” raksasa untuk menahan panas Matahari, alias orbit planet kita perlahan digeser agar menjauh dari bintang nan menjadi sumber kehidupan. Kedengarannya seperti cerita fiksi ilmiah, tetapi skenario tersebut rupanya masuk dalam kalkulasi ilmiah tentang masa depan Bumi.

Peneliti Gabriel Harry melalui studi berjudul Retaining Earth's Habitability Beyond the Life of the Sun mengeksplorasi beragam konsep megaengineering untuk mempertahankan Bumi tetap layak huni ketika Matahari semakin terang dan pada akhirnya memasuki fase akhir kehidupannya.

Penelitian nan diterbitkan dalam Journal of the British Interplanetary Society nan dapat di akses di arxiv pada 2026 itu apalagi memperkirakan bahwa, dalam skenario teoritis tertentu, kelayakhunian Bumi dapat dipertahankan hingga sekitar 9,1 juta miliar tahun.

Matahari Bisa Menjadi “Kiamat” Bumi

Selama ini Matahari dikenal sebagai sumber daya nan memungkinkan kehidupan berkembang. Namun, bintang tersebut terus mengalami perubahan.

Menurut penelitian Harry, luminositas Matahari bakal meningkat secara bertahap. Dalam sekitar satu miliar tahun, peningkatan daya tersebut dapat membikin Bumi semakin panas dan menyebabkan hilangnya air di permukaan.

Ancaman nan lebih besar muncul ketika Matahari memasuki fase raksasa merah. Ukurannya bakal membesar secara drastis dan kondisi di tata surya bagian dalam berubah ekstrem.

Selain Matahari, penelitian tersebut juga mempertimbangkan ancaman lain terhadap kelayakhunian Bumi, termasuk hilangnya air, berhentinya aktivitas tektonik, perubahan rotasi planet, tabrakan dengan barang langit, serta gangguan dari luar tata surya.

“Payung” Raksasa untuk Bumi

Salah satu buahpikiran paling mencolok dalam penelitian ini adalah sunshade, struktur raksasa nan ditempatkan di antara Bumi dan Matahari.

Fungsinya mirip payung, tetapi dalam skala luar angkasa. Struktur tersebut bakal menghalangi sebagian daya Matahari sebelum mencapai Bumi sehingga suhu planet dapat dikendalikan.

Harry mengeksplorasi penempatan struktur di sekitar titik Lagrange L1. Dalam salah satu skenario, ukuran struktur tersebut dapat mencapai sekitar 1,5 juta kilometer.

Konsep ini tentu jauh berbeda dari teknologi satelit saat ini. Membangun struktur sebesar itu memerlukan sumber daya, energi, material, dan keahlian rekayasa nan belum dimiliki manusia.

Bagaimana Jika Orbit Bumi Harus Dipindahkan?

Ketika Matahari semakin terang dan akhirnya membesar menjadi raksasa merah, mengurangi sinar nan sampai ke Bumi mungkin tidak lagi cukup.

Karena itu, Harry juga membahas kemungkinan menggeser orbit Bumi agar planet ini bergerak lebih jauh dari Matahari.

Salah satu konsepnya memanfaatkan hubungan gravitasi dengan benda-benda langit. Dengan pengaturan lintasan nan sangat presisi, daya orbital dapat ditransfer sehingga orbit Bumi perlahan berubah.

Dalam skenario teoritis, langkah tersebut dapat membikin Bumi bergerak ke orbit nan lebih jauh. Namun, risikonya juga sangat besar. Kesalahan kalkulasi dapat membikin barang langit nan digunakan justru membahayakan planet.

Bahkan Matahari Buatan Ikut Dipikirkan

Jika suatu saat daya Matahari tidak lagi dapat diandalkan, manusia memerlukan sumber daya pengganti dalam skala planet.

Penelitian tersebut turut mengeksplorasi konsep sumber sinar buatan nan dapat menggantikan daya Matahari. Salah satu kemungkinan nan dibahas adalah memanfaatkan daya fusi dengan sumber daya dari planet raksasa gas di tata surya.

Peneliti juga membahas langkah mempertahankan aktivitas internal Bumi. Salah satu skenario paling ekstrem apalagi melibatkan antimateri sebagai sumber daya untuk membantu menjaga panas interior planet.

Namun, konsep tersebut tetap jauh dari keahlian teknologi manusia saat ini. Produksi dan pemanfaatan antimateri dalam skala seperti itu merupakan tantangan nan sangat besar.

Bumi Bisa “Diselamatkan” hingga 9,1 Juta Miliar Tahun

Jika beragam sistem tersebut dapat diwujudkan dan berfaedah secara bersamaan, Harry memperkirakan masa kelayakhunian Bumi secara teoritis dapat mencapai sekitar 9,1 juta miliar tahun.

Angka tersebut apalagi jauh melampaui usia Matahari nan saat ini sekitar 4,6 miliar tahun.

Meski terdengar seperti skenario movie fiksi ilmiah, penelitian ini bukan prediksi bahwa manusia bakal segera membangun struktur raksasa untuk menyelamatkan Bumi. Semua pendapat tersebut tetap berupa konsep dan kalkulasi teoritis. 

Sumber: arxiv

Selengkapnya