IMF Ramal Kemunduran Ekonomi Negara-Negara G20, RI Aman?

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Dana Moneter Internasional (IMF) menilai, lemahnya prospek pertumbuhan ekonomi negara-negara penggerak utama perekonomian dunia, nan tergabung ke dalam golongan 20 alias G20.

Dalam laporan terbaru berjudul "G20 Report on Strong, Sustainable, Balance, and Inclusive", IMF menyebut, pertumbuhan tahunan untuk golongan nan mencakup sekitar 85% dari output dunia itu hanya sebesar 3% dalam jangka menengah.

Level itu jauh lebih rendah dari realisasi pertumbuhan G20 pada 2025 nan sebesar 3,4%. IMF menganggap kemerosotan ekonomi itu bakal terus terjadi, mulai 2030, dari 2026 sebesar 3,1% dan naik pada 2027 menjadi 3,2%, dan pada 2030 menjadi 2,9%, serta 2031 menjadi 3%.

"Hanya sebesar 3 persen pada tahun 2031, mendekati level terendah sejak krisis finansial global," kata tim ahli ekonomi IMF nan terdiri dari Nicolas Fernandez-Arias , Marwa Ibrahim , Colombe Ladreit, dikutip Jumat (28/8/2026).

IMF menyebut, prospek nan makin suram dari laju pertumbuhan G20 disebabkan kebijakan dan peraturan struktural nan dirancang dengan jelek oleh negara-negara anggota, serta kerangka kerja kelembagaan nan tidak memadai.

"Survei kami menunjukkan bahwa sekitar separuh dari negara-negara maju G20 dan tiga perempat dari pasar negara berkembang menghadapi hambatan akibat izin pasar tenaga kerja, pasar produk, alias perlindungan konsumen nan berlebihan," kata IMF.

Di negara-negara maju G20, tim IMF juga menyoroti kebijakan nan tidak memadai untuk mengatasi tantangan demografis, seperti penuaan masyarakat dan pembatasan perumahan serta penggunaan lahan sebagai halangan signifikan.

Gambaran tersebut berbeda untuk negara-negara berkembang G20, nan lebih dipicu oleh masalah izin pasar modal nan belum berkembang, manajemen investasi publik nan lemah, dan kekurangan dalam tata kelola dan lembaga seringkali menghalang investasi dan pertumbuhan.

"Menetapkan izin nan tepat sangat krusial lantaran perekonomian berupaya untuk meraih potensi faedah produktivitas dari mengambil teknologi baru sekaligus meminimalkan risiko," kata tim ahli ekonomi IMF.

Meski secara golongan IMF meramal ekonomi negara-negara G20 berpotensi terus mengalami kemerosotan, Indonesia justru proyeksinya mengalami perbaikan, dari 2025 tumbuh 5,1% menjadi 5% pada 2026, 2027 tumbuhnya 5,1% dan pada 2030-2031 menjadi 5,2%.

Berikut ini rincian proyeksi laju pertumbuhan ekonomi G20 jenis IMF:

Data proyeksi pertumbuhan PDB IMF dalam laporan  G20 Report on SSBIG. (Dok. IMF)Data proyeksi pertumbuhan PDB IMF dalam laporan G20 Report on SSBIG. (Dok. IMF) Foto: Data proyeksi pertumbuhan PDB IMF dalam laporan G20 Report on SSBIG. (Dok. IMF)

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya