India Bantah Tudingan Jutaan Warga Meninggal Karena Covid-19

  • Whatsapp

New Delhi: Pemerintah India membantah studi terbaru yang menunjukkan bahwa jutaan orang telah meninggal di negara itu akibat covid-19. Angka itu beberapa kali lipat dari jumlah resmi yang mencapai 420.000 kematian.
 
Namun dikatakan dalam sebuah pernyataan beberapa negara bagian India sekarang rekonsiliasi data mereka setelah berurusan dengan lonjakan kasus pada April dan Mei.
 
Sebelumnya pada Selasa, sebuah studi oleh kelompok riset AS, Center for Global Development menunjukkan bahwa antara 3,4 juta hingga 4,7 juta orang telah meninggal di India. Perbedaan ini antara delapan dan 11 kali jumlah resmi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Jika benar, jumlah itu tentunya akan menempatkan India sebagai jumlah kematian tertinggi di dunia akibat pandemi covid-19. Saat ini jumlah korban resmi 419.000 mengikuti Amerika Serikat pada 610.000 dan Brasil dengan 545.000.
 
Baca: Angka Kematian Covid-19 di India Naik Lagi, Sentuh 3.998 Per Hari
 
Studi ini adalah yang terbaru meragukan angka resmi India, menunjukkan pencatatan yang buruk dan tingkat kematian per juta sekitar setengah dari rata-rata global.
Para peneliti telah melihat secara khusus pada “kelebihan kematian”, jumlah kematian tambahan dibandingkan dengan waktu normal, dan pada tingkat kematian di negara lain.
 
Tetapi pemerintah India mengatakan pada hari Kamis bahwa itu adalah “asumsi yang berani bahwa kemungkinan setiap orang yang terinfeksi meninggal adalah sama di seluruh negara”.
 
“Studi tersebut mengabaikan faktor-faktor seperti ras, etnis, konstitusi genomik suatu populasi, tingkat paparan sebelumnya terhadap penyakit lain dan kekebalan terkait yang dikembangkan pada populasi itu,” ucap Pemerintah India, seperti dikutip AFP, Kamis, 23 Juli 2021.
 
“Dengan asumsi bahwa semua kelebihan kematian berasal dari virus korona tidak berdasarkan fakta dan sepenuhnya keliru,” imbuh pernyataan pemerintah.
 

 

Pos terkait