Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan

17 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

loading...

Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (HIPELKI) 2026 menggelar the 1st International Seminar di Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Solo, Kamis, 18 Juni 2026. Foto: Ist

JAKARTA - Indonesia tetap menghadapi tantangan serius dalam mengubah hasil penelitian menjadi solusi nan dapat diadopsi secara luas oleh masyarakat. Padahal, negeri ini mempunyai potensi besar dalam pengembangan penemuan kesehatan .

Hal tersebut disampaikan Widyaretna Buenastuti, Konsultan Public Affairs dan Komunikasi Inke Maris & Associates dalam Keynote Address pada forum HIPELKI (Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia) 2026 di Solo.

Baca juga: Inovasi Kesehatan, ITS Kembangkan Alat Monitoring Jantung Jarak Jauh

Pada aktivitas the 1st International Seminar bertempat di Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, 18 Juni 2026, Widyaretna menekankan bahwa tantangan utama penemuan kesehatan di Indonesia bukan semata-mata terletak pada keahlian menghasilkan inovasi.

"Tantangan utama pada keahlian ekosistem untuk mengangkat dan memanfaatkan penemuan tersebut secara berkelanjutan," ujar Widyaretna dalam seminar Policy and Ecosystem Enablers for Accelerating Health Innovation in Indonesia, Sabtu (27/6/2026).

“Inovasi tanpa mengambil hanyalah arsip. Dan mengambil tanpa kebijakan nan mendukung hanyalah mimpi,” katanya.

Selengkapnya