ASOCIO Digital & AI Summit 2026.(Dok. MI)
Indonesia membidik ekspansi investasi, transfer teknologi, dan akses pasar industri digital saat menjadi tuan rumah pertemuan pelaku teknologi dari 25 ekonomi Asia-Oseania dalam arena ASOCIO Digital & AI Summit 2026. Pertemuan strategis ini dijadwalkan berjalan di Jakarta pada 5-7 Oktober 2026.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), Soegiharto Santoso, menegaskan bahwa besarnya pasar digital domestik kudu menjadi daya tawar kuat. Indonesia tidak boleh sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi kudu masuk ke dalam rantai nilai global, terutama dalam pengembangan kepintaran artifisial (AI).
“Pasar Indonesia nan besar kudu menarik investasi, transfer teknologi, dan pengembangan talenta. Kita jangan hanya menjadi tempat teknologi dikonsumsi, sementara nilai tambah dan keahliannya berkembang di negara lain,” ujar Soegiharto di Jakarta, Selasa (11/8).
Persaingan AI dunia sekarang telah mencakup sektor komputasi, semikonduktor, pusat data, hingga keamanan siber. Sebagai gambaran, Stanford AI Index 2026 mencatat investasi swasta AI di AS mencapai US$285,9 miliar pada 2025. Di area regional, Asia Tenggara juga menunjukkan potensi besar dengan nilai ekonomi digital nan diprediksi mencapai US$2 triliun pada 2030 melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
Posisi Indonesia dinilai semakin strategis setelah resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) pada Juli 2026. Keanggotaan ini diharapkan memperkuat diplomasi teknologi dan memberikan akibat langsung pada produktivitas industri nasional.
Chair Committee ASOCIO Digital & AI Summit 2026, Karim Taslim, menambahkan bahwa forum ini bakal mempertemukan investor, perusahaan teknologi, hingga inovator dalam satu wadah. Fokus utama pertemuan telah bergeser dari sekadar tren teknologi menuju penerapan riil nan meningkatkan efisiensi dan return on investment (ROI) bagi perusahaan.
“Kesempatan sebagai tuan rumah kudu dikonversi menjadi transaksi nyata. Kita mau perusahaan Indonesia mendapatkan mitra, teknologi, dan akses pasar ke negara lain,” kata Karim. Ia menekankan bahwa keberhasilan aktivitas ini bakal diukur dari tindak lanjut ekonomi konkret, seperti masuknya investasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
ASOCIO Digital & AI Summit 2026 bakal membahas beragam rumor krusial, mulai dari industrial AI, prasarana digital, hingga GovTech dan FinTech. Forum ini diharapkan menjadi katalisator bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain kunci dalam ekonomi digital Asia-Oseania. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·