Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden FIFA, Gianni Infantino akhirnya buka bunyi di depan publik usai berminggu-minggu mengelak dari sorotan media pascakontroversi rencana penjualan saham Piala Dunia.
Akan tetapi, alih-alih menjawab serius, Infantino justru melempar candaan saat dicecar pertanyaan tajam oleh wartawan.
Seperti dilansir dari Daily Mail, momen tersebut terjadi ketika wartawan Sky News, James Matthews, bertanya langsung kepada Infantino soal tudingan telah mengingkari sepak bola serta argumen dia enggan mundur dari jabatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rambutmu bagus, terima kasih banyak. Sampai bertemu di tukang cukur," jawab Infantino, tidak menanggapi sedikit pun substansi pertanyaan tersebut.
Jawaban itu merujuk pada kondisi kepala Infantino dan sang wartawan nan sama-sama botak, sehingga terkesan Infantino sengaja mengalihkan rumor lewat candaan individual daripada menjawab tudingan serius nan dilayangkan kepadanya.
Insiden ini terjadi di tengah tekanan besar nan tetap membayangi posisi Infantino usai skandal rencana penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada penanammodal swasta mencuat pertengahan tahun ini.
Rencana tersebut awalnya dibongkar lewat investigasi media Inggris, The Times, nan mengungkap adanya rencana pembentukan perusahaan baru berbobot sekitar 15 miliar poundsterling.
Laporan itu turut menyampaikan dugaan motif finansial pribadi Infantino. Ia disebut berkesempatan menjabat sebagai komisioner perusahaan begitu masa jabatannya di FIFA berhujung pada 2031. Posisi itu diperkirakan bisa menggajinya lebih dari 50 juta dolar AS per tahun.
Rencana kontroversial itu akhirnya resmi dibatalkan Infantino akhir Juli lalu, usai mendapat penolakan keras dari beragam pihak, termasuk pemberontakan internal di tubuh FIFA sendiri. Meski begitu, tekanan terhadap posisinya tak kunjung mereda.
UEFA dan CONCACAF secara terbuka menuntut Infantino mundur dari jabatannya. Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin Hussein, apalagi menuding Infantino melakukan pemerasan.
Dengan bergabungnya Yordania, tercatat sudah 91 asosiasi personil nan menyatakan sikap menentang Infantino, sementara dibutuhkan 106 negara untuk betul-betul menjatuhkannya dari bangku presiden FIFA.
Kecaman juga datang dari legenda sepak bola Portugal, Luis Figo, nan menulis kolom terbuka menuntut Infantino mundur.
Figo menyebut rencana penjualan Piala Dunia tersebut sebagai perilaku paling rendah nan pernah dia saksikan sepanjang mengikuti bumi sepak bola.
(afr/jal)

19 jam yang lalu
6








English (US) ·
Indonesian (ID) ·