Inovasi teknologi dan kolaborasi kunci bangkitkan pariwisata

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Republik Indonesia Sandiaga Salahudin Uno mengatakan bahwa inovasi teknologi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan atau stakeholder merupakan kunci untuk pemulihan industri pariwisata.

“Kami percaya bahwa inovasi teknologi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder bisa jadi kunci bagi kita semua untuk bangkit,” ujar Sandiaga dalam peluncuran “Traveloka EPIC Sale” pada Senin.

Hal ini mengingat pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terimbas dari pandemi COVID-19. Menurut buku “Tren Pariwisata Kemenparekraf 2021”, jumlah kedatangan turis global mengalami penurunan drastis yaitu sebesar 58 persen hingga 78 persen, tingkat okupansi hotel di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan dari 56,73 persen menjadi 28,07 persen selama periode Juli 2019 – Juli 2020.

Baca juga: Pelaku pariwisata diminta tingkatkan keterampilan bahasa

Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk memulihkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif pasca pandemi COVID-19.

Program vaksinasi sendiri sedikit banyak mempengaruhi rencana perjalanan masyarakat untuk berwisata. Berdasarkan hasil survei pengguna Traveloka per 1 September 2021 menyebutkan bahwa vaksinasi menjadi salah satu pertimbangan untuk melakukan perjalanan.

Dari 278 responden yang sudah melakukan vaksinasi dosis pertama, 47 persen merasa lebih percaya diri untuk melakukan perjalanan dan 84 responden yang telah melakukan vaksinasi penuh, 44 persennya lebih siap melakukan perjalanan.

Produk yang diminati setelah pengguna mendapatkan vaksin adalah tiket pesawat dalam negeri dan hotel di luar domisili.

Minat masyarakat untuk staycation di hotel baik di dalam dan di luar domisili juga dipengaruhi oleh protokol kesehatan yang menerapkan Cleanliness atau kebersihan, Health atau kesehatan, Safety atau keamanan, dan Environment Sustainability atau kelestarian lingkungan (CHSE).

Sandiaga pun mendorong para pelaku industri pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan berstandar CHSE guna meningkatkan minat pengunjung.

“Tentunya kita harapkan mengedepankan protokol kesehatan CHSE sekaligus mendukung kampanye Indonesia Care sekaligus ini sejalan dengan gerakan hastag #DiIndonesiaAja yang seiring dengan platform Kemenparekraf yaitu 3G, gercep, geber dan gaspol,” kata Sandiaga.

Baca juga: Literasi bisnis digital penting untuk ekonomi kreatif

Baca juga: Sektor fashion & kuliner tetap berkembang di tengah pandemi

Baca juga: Pemerintah bantu promosi dan produksi film lokal

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pos terkait