loading...
JAKARTA - Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA kembali mendapat tekanan. Federasi Sepak Bola Israel (IFA) menjadi anggota terbaru yang menarik dukungannya terhadap pencalonan Infantino untuk periode berikutnya.
Keputusan tersebut disampaikan Presiden IFA Moshe Zuares melalui surat kepada FIFA pada Selasa (18/8/2026). Zuares menyebut perkembangan terbaru telah memicu “krisis kepercayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya” antara UEFA dan FIFA terkait arah tata kelola sepak bola dunia.
Zuares mengatakan keputusan mencabut dukungan itu telah disepakati secara bulat dalam rapat dewan IFA. Dalam suratnya kepada FIFA, ia juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan antara UEFA dan FIFA bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut prinsip dan arah masa depan tata kelola sepak bola dunia.
“Kami tidak punya pilihan selain menarik kembali surat dukungan kami sebelumnya, dengan harapan yang tulus bahwa dialog yang produktif di antara semua pihak pada akhirnya akan memulihkan visi dan arah yang sama dan tepat bagi sepak bola dunia.”
Israel sendiri merupakan anggota UEFA sejak 1994. Karena itu, pencabutan dukungan IFA menambah tekanan dari Eropa terhadap Infantino yang tengah mempersiapkan pencalonan untuk pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.
Berawal dari Rencana Komersialisasi Piala Dunia
Gelombang penolakan terhadap Infantino menguat setelah munculnya rencana FIFA Forward Enterprise (FFE). Program tersebut dikaitkan dengan rencana membentuk perusahaan yang menangani aspek komersial dan operasional turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia, serta membuka peluang penjualan sebagian saham kepada capitalist swasta.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·