Jakarta, CNN Indonesia --
Dukungan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino kembali berkurang setelah federasi Sepak Bola Israel (IFA) memutuskan mencabut support terhadap kepemimpinannya.
IFA menyampaikan keputusan tersebut melalui surat nan dikirim ketua IFA, Shino Moshe Zuares kepada FIFA. Dalam surat itu, IFA menarik kembali support nan sebelumnya telah diberikan kepada Infantino.
Zuares menyebut perkembangan terakhir merujuk rencana menjual saham Piala Dunia telah memicu krisis kepercayaan nan belum pernah terjadi sebelumnya di dalam FIFA. Ia berambisi persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui perbincangan antara FIFA dan konfederasi-konfederasi sepak bola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkembangan terakhir telah menyebabkan krisis kepercayaan nan belum pernah terjadi sebelumnya, nan tetap kami harapkan dapat diselesaikan antara visi UEFA dan konfederasi lainnya dengan visi FIFA mengenai pengelolaan sepak bola dunia," tulis Zuares dalam surat tersebut, dikutip dari The Jerusalem Post.
Menurut Zuares, perbedaan pandangan antara FIFA dan sejumlah konfederasi saat ini semakin mendalam. Kondisi tersebut membikin para pemangku kepentingan perlu mempertimbangkan kembali arah sepak bola dunia.
"Perpecahan antara kedua pihak tampak substansial dan mendasar, memaksa semua pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan kembali langkah selanjutnya," tulis Zuares.
Keputusan IFA datang setelah Infantino menghadapi penolakan terhadap rencana FIFA Forward Enterprise (FEE). Program tersebut sebelumnya digagas untuk menjual sebagian kewenangan komersial Piala Dunia kepada penanammodal swasta demi meningkatkan pendapatan FIFA dan asosiasi anggotanya.
Rencana tersebut kemudian dihentikan setelah mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Polemik itu turut memperlebar perbedaan pandangan antara FIFA dan beberapa konfederasi, termasuk UEFA.
"Dalam situasi nan telah terjadi, kami tidak punya pilihan selain menarik kembali surat support kami sebelumnya, dengan angan nan tulus bahwa perbincangan produktif antara semua pihak pada akhirnya bakal memulihkan visi dan arah nan sama serta tepat untuk sepak bola dunia," tulis Zuares.
Tekanan terhadap Infantino juga meningkat menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya. Sejumlah konfederasi disebut mulai mencari support untuk menggelar kongres luar biasa nan dapat menjadi langkah menuju mosi tidak percaya terhadap Infantino.
Dengan pencabutan support dari Israel, posisi infantino menghadapi tantangan nan semakin besar. Namun, sekutu Infantino, Presiden Federasi Sepak Bola Republik Demokratik Kongo, Véron Mosengo-Omba, sebelumnya menegaskan bahwa kebanyakan asosiasi personil FIFA tetap mendukung sang presiden.
(nam/jal)

58 menit yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·