Jangan pendam perasaan, curhat membawa manfaat

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Banyak orang yang tidak menyadari bahwa memendam perasaan atau emosi akan menimbulkan dampak negatif, tidak hanya pada pikiran namun juga pada kesehatan fisik. Mulai dari mengurangi sistem kekebalan tubuh, memicu timbulnya penyakit kronis, dan masih banyak lagi.

Alih-alih membuat hati jadi lega, kebiasaan memendam perasaan tidak akan membuat perasaan itu hilang, justru malah akan membuatnya semakin tumbuh dan membebani pikiran.

Memendam emosi adalah suatu kondisi ketika pikiran kita berusaha untuk menghindari, tidak mengakui, atau tidak dapat mengekspresikan emosi dengan cara yang tepat, baik secara disadari ataupun tidak disadari. Beberapa emosi yang seringkali dipendam antara lain adalah kemarahan, frustrasi, kesedihan, ketakutan, dan kekecewaan.

“Marah, sedih, takut, kecewa, dan perasaan lain pada dasarnya merupakan bentuk emosi yang normal dialami oleh setiap manusia. Meski normal, emosi tersebut sebaiknya disalurkan agar tidak menumpuk di dalam batin. Namun, diperlukan cara yang tepat agar perasaan tersebut bisa benar-benar tersalurkan dengan baik dan positif,” kata CEO dan salah satu pendiri HatiPlong, Farah Djalal, dalam siaran resmi, Rabu.

Dia memaparkan tiga cara belajar mencurahkan perasaan hati yang dapat memberikan manfaat karena segala beban bisa tercurahkan.

Jujur dan berdamai dengan diri sendiri
Alih-alih dipendam dan diabaikan, cobalah bertanya pada diri sendiri mengenai perasaan yang sedang Anda rasakan dan apa yang menyebabkan Anda merasa seperti itu.

Jangan menyembunyikan dan mengelakkan perasaanmu sendiri, cobalah untuk jujur dan menerima diri dengan lapang dada. Hal ini penting karena Anda perlu benar-benar memahami perasaanmu sendiri sebelum akhirnya mencari tahu solusi terbaik untuk meluapkannya.

Lakukan hobi atau bidang yang disukai
Setelah memahami perasaan diri sendiri, Anda bisa mencoba mencari cara terbaik untuk melepaskannya.

Jika Anda enggan untuk menceritakan perasaanmu kepada orang lain, satu cara yang bisa menjadi pilihan adalah dengan melakukan hobi atau bidang yang Anda sukai, seperti mendengarkan lagu yang sesuai dengan kata hati, melukis, menulis, dan lain sebagainya.

Cerita kepada orang yang dipercaya
Selain melakukan hobi, bercerita kepada orang lain yang Anda percaya juga bisa membantumu menerjemahkan perasaan yang terpendam. Mungkin sebagian dari Anda merasa malu atau takut malah membebani orang lain dengan keluh kesah dan ceritamu.

 Atau bahkan Anda merasa bahwa Anda membutuhkan saran profesional untuk mengatasi perasaanmu. Jika demikian, Anda bisa bercerita dan berkonsultasi pada psikolog. Dengan kemajuan teknologi saat ini, Anda bisa berkonsultasi dengan tenaga profesional psikolog dengan mudah secara daring.

Baca juga: Lee Kwang Soo curhat soal “Sinkhole”,”Running Man”,hingga Lee Sun Bin

Baca juga: Orangtua boleh curhat, tapi jangan jadikan anak “tong sampah”

Baca juga: Salshabilla Adriani curhat soal cinta di “Tak Lagi Sama”

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pos terkait