Justin Hubner dan Keluarga Diserang Netizen, PSSI Pasang Badan

53 menit yang lalu 3
Justin Hubner dan Keluarga Diserang Netizen, PSSI Pasang Badan Justin Hubner(AFP)

PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan prihatin terhadap munculnya kritik negatif terhadap pemain Timnas Indonesia Justin Hubner dan keluarganya oleh oknum tak bertanggung jawab melalui media sosial.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyayangkan tindakan oknum netizen nan sudah melampaui pemisah etika dengan menyerang ranah individual pemain. Ia menegaskan bahwa Justin merupakan salah satu penggawa nan mempunyai jiwa patriotisme dan daya juang tinggi demi memihak panji Garuda di kancah internasional.

"Ya, jelas itu juga nan sangat memprihatinkan. Kita tahu juga Justin ini, Indonesia banget gitu bagi saya," kaya Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi kepada awak media di Jakarta, Senin (10/8).

Hubner menjadi korban ujaran kebencian dan ancaman serius melalui pesan tertulis di IG pada Minggu (9/8). Ancaman tersebut tidak hanya ditujukan kepadanya, tetapi juga kepada istri, Jennifer Coppen, dan putri kecilnya.

"Coba lihat jika main, dia libas sana libas sini dengan keahlian dia. Tetapi sangat kita sayangkan ada, tetap ada, masyarakat kita nan mencela sampai anak istrinya juga di-bully seperti itu," katanya.

Yunus mempersilahkan kritik negatif disampaikan kepada PSSI, tetapi jangan terhadap pemain dan pembimbing nan semestinya dihargai lantaran memperjuangkan martabat bangsa melalui sepak bola.

Para pemain, kata dia, telah mengorbankan banyak hal, termasuk kudu terluka di lapangan agar Garuda bisa memenangkan pertandingan. Oleh karena itu, tidak layak mereka menerima serangan alias ancaman, apalagi hingga ke family mereka.

Mengenai kemungkinan menempuh upaya norma terhadap masalah itu, Yunus mengatakan pihaknya tetap terus memantau sejauh mana serangan alias kritik negatif terhadap para pemain.

PSSI, kata dia, terus mengimbau masyarakat agar selalu mendukung para pemain di saat menang maupun kalah sehingga mental mereka tetap terjaga dan semangat mereka tidak luntur.

"Kami khawatir, ketika tekanan ini semakin kuat, maka mereka bisa saja, dengan beragam macam argumen untuk tidak lagi memihak negara," katanya.

(Ant/P-4)

Selengkapnya