loading...
Menteri Hukum dan Kebijakan Negara Kabinet Bayangan Yance Arizona mengungkap argumen pihaknya baru membentuk kabinet gambaran saat ini, bukan pada awal pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Foto/Sindonews TV
JAKARTA - Menteri Hukum dan Kebijakan Negara Kabinet Bayangan Yance Arizona mengungkap argumen pihaknya baru membentuk kabinet gambaran saat ini, bukan pada awal pemerintahan Prabowo Subianto -Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, setelah nyaris dua tahun pemerintahan berjalan, banyak nan aneh-aneh.
Awalnya, Yance mengakui bahwa kabinet bayangan itu ada di sistem pemerintahan parlementer. Namun, dia juga menggarisbawahi bahwa dalam konstitusi negara nan menganut sistem parlementer, di dalam konstitusinya juga tidak ada istilah kabinet gambaran alias shadow cabinet.
"Itu adalah praktik, sebagai satu kebiasaan. Dan kebiasaan itu coba dipraktikkan di beberapa tempat nan lain. Misalkan di Prancis, juga bikin kabinet gambaran oleh partai politik nan kalah. Tapi kami bukan mewakili partai politik, tapi mewakili masyarakat sebagai satu alaternatif," ujar Yance dalam program Arena Politik nan tayang di Sindonews TV, dikutip Minggu (9/8/2026).
Baca Juga: Kabinet Bayangan Bakal Kritisi Menteri nan Ngawur
Yance menjelaskan argumen kenapa Kabinet Bayangan nan beranggotakan 15 menteri tidak dibuat sesaat setelah Prabowo Subianto membentuk Kabinet Merah Putih. Hal ini, kata dia, menunjukkan bahwa pihaknya bukan oposisi politik.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·