Ilustrasi(MI/Denny Susanto)
KABUT asap tebal kembali mengepung area Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru sehingga membikin agenda penerbangan terganggu. Masyarakat Kota Banjarbaru menggelar sholat minta hujan sebagai ikhtiar untuk membantu mengatasi tandus panjang nan telah memicu terjadinya kekeringan dan kebakaran rimba dan lahan (karhutla).
General Manager PT Angkasa Pura, Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Stephanus Millyas Wardana, Rabu (19/8), mengatakan kabut asap tebal menyebabkan terjadinya penurunan jarak pandang hingga kurang dari 400 meter.
"Jarak pandang menurun akibat kabut asap sehingga penerbangan pagi hari terpaksa ditunda," ungkapnya.
Tercatat ada 12 penerbangan terdiri dari delapan keberangkatan dan empat kehadiran mengalami penundaan (delay) hingga tiga jam akibat kabut asap. Penerbangan kembali normal sekitar pukul 09.00 Wita. Jadwal penerbangan nan mengalami delay antara lain rute Banjarmasin ke Surabaya, Jakarta dan Semarang.
Terganggunya agenda penerbangan di Bandara Syamsudin Noor sudah kesekiankalinya terjadi. Stephanus mengatakan pihaknya juga mewajibkan pemakaian masker bagi petugas dan pekerja di airport serta membagikan masker kepada para penumpang.
Pantauan Media Indonesia, kabut asap tebal menyimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan seperti Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan sebagian Tanah Laut. Kabut asap dipicu terjadinya karhutla nan semakin parah dalam beberapa waktu terakhir.
Pada bagian lain, masyarakat Kota Banjarbaru menggelar salat minta hujan (istisqa) di laman Markas Brimob Polda Kalsel. Sholat minta hujan nan diikuti ribuan penduduk ini diimami Tuan Guru Mukri dan dihadiri Kepala Polda Kalsel dan Forkopimda lainnya.
Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (PKSDAE), Dinas Kehutanan Kalsel, Rudiono Herlambang, mengatakan saat ini pihaknya berbareng Satgas Karhutla bersiaga 24 jam guna mengantisipasi semakin meluasnya karhutla di Kalsel.
"Petugas bersiaga 24 jam lantaran tingkat kerawanan kebakaran nan sangat tinggi," kata Rudy di sela-sela pemadaman karhutla di wilayah Pengayuan, Kota Banjarbaru berbareng Wamenko Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurafiq, Selasa (18/8) petang. (DY/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·