Kain Sasirangan Kalimantan Selatan, Tenun Lintau Jadi Busana Kekinian

53 menit yang lalu 2
Kain Sasirangan Kalimantan Selatan, Tenun Lintau Jadi Busana Kekinian Ilustrasi(Dok IFA Archipelago Kalimantan Selatan 2026)

KAIN wastra tradisional unik suku Banjar di Kalimantan Selatan, kain sasirangan dirancang menjadi busana bergaya modern, diperindah dengan bordir motif floral. Lalu, ada pula kain beludru nan diperkaya bordir tiga dimensi, kristal, payet, serta perincian handcrafted.

Setiap busana dirancang dengan siluet anggun dan sentuhan couture nan menghadirkan kesan megah namun tetap feminin. 

Selain itu, menghadirkan interpretasi modern dari style klasik, busana-busana dibuat dengan memadukan material tweed bertekstur, perincian lace, dan tailoring clean dalam siluet feminin nan elegan. Koleksi ini menawarkan tampilan refined, versatile, dan bergengsi untuk wanita nan percaya diri dalam setiap kesempatan.

Keseluruhan busana tersebut dirancang oleh desainer lokal Ayu Dyah Andari berjudul Puspa: Aksara Hati. Puspa terinspirasi dari keelokan dan makna tiga kembang ikonik Indonesia: Rafflesia nan melambangkan kewibawaan, Melati nan merepresentasikan kelembutan, serta Anggrek nan mencerminkan keanggunan dan karisma. 

Selain itu, ada pula busana nan dibuat dari perpaduan antara batik dan tenun Lintau nan berasal dari Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Busana itu dibuat oleh jenama Khanaan berjudul Khanaan Heritage, sebuah koleksi nan merepresentasikan keelokan warisan tekstil Nusantara dalam bebatan modest fashion kontemporer.

"Bagi kami, heritage bukan sekadar sesuatu nan diwariskan, tetapi sesuatu nan terus dihidupkan. Melalui koleksi Khanaan Heritage, kami mau menunjukkan bahwa wastra Indonesia dapat datang dalam bahasa kreasi nan modern, anggun, dan tetap mempunyai makna," ujar tim imajinatif Khanaan, dalam keterangan pers pada Rabu (19/8).

Keseluruhan koleksi busana itu ditampilkan dalam perhelatan Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) Archipelago Kalimantan Selatan 2026 nan digelar pada 11 Agustus 2026 di Hotel Grand Maya by Artotel, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Perhelatan IFA Archipelago Kalimantan Selatan 2026 merupakan pertama kalinya digelar. IFA Archipelago merupakan  signature event nan membawa ekosistem fesyen dan kecantikan-estetika ke beragam kota dan provinsi di Indonesia.

Banjarbaru dipilih sebagai kota pertama untuk mendukung pertumbuhan industri imajinatif wilayah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Selatan, khususnya wastra Sasirangan.

IFA merupakan platform nan mempertemukan para pelaku upaya dan ahli dari sektor fesyen dan kecantikan-estetika dalam satu ekosistem kolaboratif. Sejak pertama kali diselenggarakan di Jakarta pada 2024, IFA menghadirkan rangkaian peragaan busana, exhibition, dan awarding.

“Sejak pertama kali diselenggarakan, IFA mendapatkan sambutan positif dari beragam daerah. Kami percaya bahwa setiap wilayah dan provinsi mempunyai kekuatan budaya, kreativitas, dan potensi ekonomi nan layak mendapatkan panggung berskala nasional," papar Dian Komalasary, Founder dan Chief Executive Officer (CEO) IFA.

"Antusiasme tersebut menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan sebuah platform nan menampilkan karya terbaik anak bangsa sehingga dapat mendorong pertumbuhan industri imajinatif Indonesia secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Peragaan busana IFA Archipelago Kalimantan Selatan menghadirkan koleksi modest fashion dari ViviZubedi, Si.Se.Sa, Ayu Dyah Andari, Lia Soraya, Donna Prive, Arabellescarf, Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Khanaan, Motif Hawa, dan Buttonscarves. (H-2)

Selengkapnya