Kampus Ini Kembali Gelar Kuliah Umum Pentingnya Layanan Kesehatan di Indonesia

2 jam yang lalu 3
Kampus Ini Kembali Gelar Kuliah Umum Pentingnya Layanan Kesehatan di Indonesia Suasana public lecture berjudul “People at the Center: Reimagining the Future of Primary Health Care in Indonesia”, di Sport Center, Kampus Mataram, UHN Tegal.(MI/SUPARDJI RASBAN)

UNIVERSITAS Harkat Negeri (UHN) Tegal, Jawa Tengah, kembali menggelar public lecture alias kuliah umum. Kali ini,  bertajuk “People at the Center: Reimagining the Future of Primary Health Care in Indonesia”.  Tema ini mengangkat pentingnya mengembalikan manusia sebagai pusat dalam pengembangan sistem serta layanan kesehatan di Indonesia.

Penguatan jasa kesehatan dinilai krusial agar masyarakat tidak hanya datang ketika sakit, tetapi terlibat menjaga kesehatan sejak dini.

Acara nan dihelat di Sport Center, Kampus Mataram, UHN Tegal, pada Kamis (13/8) petang, menghadirkan Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan, CEO dan Founder CISDI, Diah S Saminarsih dan Associate Professor at Harvard Medical School and the Harvard T.H. Chan School of Public Health, Phuong N. Pham.

Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan, CEO dan Founder Center for Indonesia’s Strategic Devlopments Intiatives (CISDI), Diah S Saminarsih, menyampaikan jika jasa kesehatan primer sebagai landasan alias fondasi kesehatan masyarakat. 

“Layanan kesehatan primer memang sudah difokuskan untuk memandang manusianya dulu,” ujar Dia S Saminarsih, nan biasa disapa Ade. 

Cuman menurut Ade, kelak pada kenyataannya pada implementasinya, suka lupa bahwa perseorangan manusia nan ada sebagai perseorangan maupun family dan organisasi maupun masyarakat nan lebih luas semuanya, bakal ketemu.

“Kalau kita pakai istilahnya JKN (Jaminan Kesehataan Nasional) alias BPJS SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profes), akomodasi kesehatan tingkat pertama di bawah SKTP itu ada nan namanya Puskesmas alias Posyandu,” jelas Ade.

Associate Professor at Harvard Medical School and the Harvard T.H. Chan School of Public Health, Phuong N. Pham, menyebut bahwa semakin berkembangnya teknologi saat ini juga mendukung pola pengobatan dan pemeriksaan di unit jasa kesehatan.

“Meski demikian, kecanggihan tersebut juga kudu bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat, lantaran pada dasarnya kesehatan merupakan kewenangan setiap penduduk negara,” ujar Phuong.

Tambah Phuong, namun ketika kecanggihan teknologi juga sebanding dengan biaya pengobatan, maka Primary Healthcare menjadi upaya penting.

“Sebagai pencegahan penyakit sejak awal dan penanganan penyakit sedini mungkin,” jelas Phuong.

Mewakili Rektor UHN Sudirman Said, Gunawan Adib Achmadi selaku Wakil Rektor I, menekankan pentingnya membangun sistem kesehatan nan menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Kesehatan bukan sekadar tentang tindakan pengobatan saat seseorang sudah terjangkit penyakit, melainkan gimana membangun fondasi pencegahan sejak dini”, ujar Gunawan Adib. (H-2)

Selengkapnya